KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021.

Pada hari ini, tim penyidik menggeledah rumah pribadi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang telah menyandang status tersangka dan Kantor Dinas PUPR Pemprov Sulsel.

Baca Juga:

Kadis PU dan Kontraktor Ikut Diciduk KPK Bersama Gubernur Sulsel

"Hari ini (2/03) Tim Penyidik KPK telah selesai melaksanakan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yaitu di Kantor Dinas PUPR Provinsi Sulsel dan Rumah Kediaman Pribadi tersangka NA (Nurdin Abdullah)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Dari dua lokasi tersebut, tim penyidik menyita sejumlah uang tunai dan berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini. Namun, Ali belum dapat merinci nominal uang yang disita lantaran masih dihitung tim penyidik.

"Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK," kata Ali.

Sehari sebelumnya Senin (1/03), tim penyidik KPK juga telah menggeledah dua lokasi berbeda di Sulsel yaitu Rumah Dinas Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Dinas Jabatan Sekretaris Dinas PUTR.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Antara)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Antara)

Di dua lokasi itu, tim penyidik juga menyita berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan sejumlah uang tunai.

"Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," ujar Ali.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Baca Juga:

Gubernur Sulawesi Selatan Diciduk KPK

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja

Unggahan dari akun @TMCPoldaMetro soal UU Omnibus Law – Cipta Kerja membuat geger warganet.

Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari
Indonesia
Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari

Dari banyak wahana, dua wahana, yaitu taman satwa anak dan pusat primata schumutser masih belum dibuka.

[HOAKS atau FAKTA] Pria Israel Melahirkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pria Israel Melahirkan

bahwa foto yang dibagikannya itu merupakan foto milik Yuval Topper-Erez

Selama Pelarian, Djoko Tjandra Disebut Pernah Datangi Dua Negara Ini
Indonesia
Selama Pelarian, Djoko Tjandra Disebut Pernah Datangi Dua Negara Ini

Hakim Pengadilan Tipikor menghadirkan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia tahun 2015 Komjen (Purn) Setyo Wasisto dalam perkara red notice Djoko Tjandra.

Panggil Politikus PPP, KPK Tindak Lanjuti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso
Indonesia
Panggil Politikus PPP, KPK Tindak Lanjuti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso

KPK menindaklanjuti dengan memanggil politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nizar Dahlan yang menjadi pihak pelapor.

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 45.029, Sembuh 17.883
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 45.029, Sembuh 17.883

Penambahan pasien positif hari ini tersebar di 27 provinsi

Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung
Indonesia
Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung

Belum lagi usulan kelonggaran PSBB dan berdamai dengan COVID-19

Demokrat Berpotensi Jadi Partai Kecil
Indonesia
Demokrat Berpotensi Jadi Partai Kecil

Apabila hasil KLB itu ditolak oleh Kemenkum HAM maka mereka ada dua pilihan

Kubu Polda Metro Cecar Saksi Rizieq soal Polisi Amankan Acara Maulid
Indonesia
Kubu Polda Metro Cecar Saksi Rizieq soal Polisi Amankan Acara Maulid

"Dari mana saksi tahu itu mengamankan? Apakah saksi melihat surat tugas pengamanan, apa hanya penglihatan saksi saja?" tanya tim hukum Polda Metro.

Lakukan 'Preventive Strike' Tiga Hari Berturut-turut, Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris
Indonesia
Lakukan 'Preventive Strike' Tiga Hari Berturut-turut, Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris

Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten