KPK Sita Barang Mewah Edhy Prabowo yang Dibeli di Amerika Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

MetahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur pada Kamis (14/1) kemarin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik melakukan penyitaan berbagai barang mewah milik Edhy Prabowo yang dibeli di Amerika Serikat (AS). Berbagai barang tersebut diduga dibeli dari uang suap yang diberikan eksportir benur ke Edhy.

"Dilakukan penyitaan kepada yang bersangkutan terkait barang bukti, di antaranya berbagai tas dan baju dengan merk ternama yang pembeliannya dilakukan saat berada di Amerika yang sumber uang pembeliannya diduga dari jatah pengumpulan fee para eksportir benur," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Baca Juga:

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Modus Suap dari Eksportir Benur

Selain memeriksa Edhy, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga memeriksa Edwar Heppy seorang pegawai negeri sipil. Tim penyidik mendalami pengetahuan Edwar mengenai proses perizinan usaha tambak di Wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu.

"Dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait proses perizinan usaha tambak di wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu," ujar Ali.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Baca Juga:

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Pemberian Uang ke Edhy Prabowo Lewat Bos PT Dua Putra Perkasa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AHY Sebut KLB Demokrat Dilakukan dengan Cara Buruk
Indonesia
AHY Sebut KLB Demokrat Dilakukan dengan Cara Buruk

AHY sendiri mengakui ada sejumlah Ketua DPC yang terlibat dalam KLB tersebut

Kronologi Demo Tolak PPKM Ricuh di Bandung
Indonesia
Kronologi Demo Tolak PPKM Ricuh di Bandung

Sejumlah pengunjuk rasa yang didominasi anak muda diangkut ke truk polisi untuk dimintai keterangan.

Pemprov DKI Klaim Lebih dari 3 Juta Warga Jakarta Telah Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Lebih dari 3 Juta Warga Jakarta Telah Disuntik Vaksin COVID-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim, telah memberikan vaksinasi COVID-19 kepada lebih dari 3 juta orang di ibu kota. Sasaran vaksin itu bagi tenaga kesehatan, lansia dan pelayan publik.

PDIP: Pertemuan Presiden dengan Ketum Parpol Perkuat Tradisi Demokrasi Pancasila
Indonesia
PDIP: Pertemuan Presiden dengan Ketum Parpol Perkuat Tradisi Demokrasi Pancasila

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyambut baik pertemuan yang dilaksanakan secara periodik antara Presiden Joko Widodo dengan para ketua umum dan sekjen parpol pendukung pemerintah.

Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Penyelundupan 310 Kg Sabu Asal Iran
Indonesia
Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Penyelundupan 310 Kg Sabu Asal Iran

Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar penyeludupan narkoba jenis sabu dari jaringan internasional asal Iran. Dari dua tersangka yang ditangkap, polisi menyita 310 kilogram sabu.

Airlangga Hartarto: Protokol Kesehatan Dilaksanakan dengan Penegakan Hukum
Indonesia
Airlangga Hartarto: Protokol Kesehatan Dilaksanakan dengan Penegakan Hukum

Airlangga juga menyebut pemerintah terus mendorong dan menyediakan vaksin COVID-19 untuk masyarakat

Bareskrim Bongkar Sindikat Penipuan Terhadap Perusahaan Korea dan Taiwan
Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Penipuan Terhadap Perusahaan Korea dan Taiwan

Penipuan biasanya ditujukan kepada beberapa pihak dalam perusahaan

12 Tangki Bahan Bakar di Wilayah Indonesia Timur Segera Beroperasi
Indonesia
12 Tangki Bahan Bakar di Wilayah Indonesia Timur Segera Beroperasi

Kapasitas tangki bahan bakar minyak beragam antara 500 kiloliter hingga 20.000 kiloliter tergantung dari proyeksi kebutuhan energi di masing-masing wilayah tersebut.

KPK Kembali Periksa Eks Pejabat Kemenkeu Angin Prayitno Terkait Kasus Suap Pajak
Indonesia
Mensos Juliari: Ya, Ya Nanti Saya Buat Surat Pengunduran Diri
Indonesia
Mensos Juliari: Ya, Ya Nanti Saya Buat Surat Pengunduran Diri

Juliari Batubara segera mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial setelah ditetapkan dan ditahan terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19.