KPK Sita 13 Tas dan Kardus Berisi Mata Uang Asing dari Rumah Gubernur Kepri Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan didampingi dua petugas KPK menunjukkan uang suap yang diterima Gubernur Kepri Nurdin Basirun (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberangasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kepulauan Riau (Kepri) terkait kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri.

Salah satu lokasi yang digeledah penyidik lembaga antirasuah adalah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Mantan Politikus Partai NasDem itu kini sudah menyandang status tersangka dalam kasus tersebut.

"Penggeledahan dilakukan di 4 lokasi, yaitu, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).

Baca Juga: KPK Beberkan Kronologis OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan
Jubir KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Febri, dari Rumah Dinas Nurdin KPK menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas serta kardus berisi uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing. Saat ini tim KPK tengah melakukan proses penghitungan terhadap uang tersebut.

"Selain itu, di lokasi lain KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan," ungkap Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Keempatnya yakni, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun; Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan; Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono; serta pihak swasta, Abu Bakar.‎ Untuk Nurdin Basirun, KPK juga menjerat dengan pasal penerima gratifikasi.

Baca Juga: KPK: Gubernur Kepri Diduga Terima Suap 11.000 Dollar Singapura

Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7) (Foto: antaranews)

Nurdin diduga menerima suap sebesar 11.000 ribu dolar Singapura dan Rp 45 juta dari Abu Bakar. Suap tersebut guna memuluskan izin pemanfaatan laut untuk melakukan reklamasi di Tanjung Piayu, Batam yang diajukannya ke Pemprov Batam. Abu Bakar berencana membangun resort dan kawasan wisata seluas 10,2 hektar.

Saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (10/7), KPK mengamankan uang sebesar 6.000 dolar Singapura dari Budi. Uang itu diduga terkait dengan izin suap reklamasi di Kepulauan Riau. Secara terpisah, KPK juga mengamankan Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau 2016-2021 di rumah dinasnya di daerah Tanjung Pinang.

Dari rumah Nurdin KPK mengamankan tas yang berisi uang dalam mata uang asing dan rupiah. Uang tersebut terdiri dari 5 mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$43.942, US$ 5.303, EUR5, RM407, Riyal500, dan Rp132.610.000. Uang itu diduga merupakan gratifikasi terkait jabatannya sebagai gubernur.(Pon)

Baca Juga: KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Suap Izin Reklamasi

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH