KPK Siap Hadirkan 30 Saksi di Lanjutan Sidang Nurdin Abdullah Arsip - Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/3/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Merahputih.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan 30 saksi atas kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi melibatkan Gubernur non aktif Nurdin Abdullah. Saksi-saksi itu nantinya bakal dihadirkan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Makassar, Sulawesi Selatan.

"Saksi yang akan dihadirkan dalam sidang lanjutan nanti kurang lebih 30 orang," kata JPU KPK Andry Lesmana dikutip Antara, Jumat (30/7).

Baca Juga:

KPK Perpanjang Penahanan Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

Saksi-saksi yang dihadirkan nantinya berkaitan dengan perkara Nurdin Abdullah. Andy Lesmana tak merinci siapa saja saksi-saksi yang akan dihadirkan pada sidang yang rencananya digelar Kamis (5/8).

Sebelumnya, sidang lanjutan atas kasus suap terdakwa Nurdin Abdullah dihadiri tiga saksi pada Kamis (29/7) di Pengadilan Tipikor Makassar.

Dua orang saksi diketahui kontraktor dari Kabupaten Bantaeng, bernama Setya Budi alias Thiawudy Wikarso alias Thiao dan Petrus Salim. Satu saksi lainya karyawan Bank Sulselbar bernama Rezky.

JPU KPK menanyakan kepada kedua kontraktor ini terkait bantuan dana untuk pembangunan masjid di lahan perkebunan milik terdakwa NA, di Pucak, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulsel.

Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir /aww
Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir /aww

Untuk karyawan Bank Sulselbar, Resky, JPU juga menanyakan dana bantuan sebesar Rp 100 juta dari kedua kontraktor tadi, yang disetorkan Syamsul Bahri, sebagai ajudan NA ke bank setempat pada September 2020.

Mengenai dengan pemeriksaan saksi, Syamsul Bahri dan pimpinan Cabang Bank Sulselbar Maros, kata dia, diangendakan terpisah. Karena kedua saksi dianggap punya kapasitas menjelaskan aliran dana tersebut diberikan kontraktor itu dikemanakan.

Andy mengatakan, saksi ini rencananya akan memberikan kesaksiannya pada sidang lanjutan, Kamis pekan depan. Syamsul Bahri juga pernah dihadirkan saat sidang Agung Sucipto sebagai terdakwa penyuap Nurdin Abdullah dalam kasus gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel.

Baca Juga:

KPK Geledah Kantor Penyuap Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

"Kami berupaya mengembangkan setiap keterangan saksi-saksi yang disampaikan karena ini penting. Apa lagi ini kan fakta-fakta persidangan berhubungan dengan peran terdakwa," ujarnya.

Sidang tersebut dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar Ibrahim Palino. Kedua saksi kontraktor mengakui sumbangan uang Rp 100 juta untuk pembangunan masjid di lahan milik Nurdin Abdullah, di Kebun Raya Pucak, Maros, Sulsel. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Singgung Soal Kejujuran, PSI Tolak Anggaran Pengadaan Tanah RTH Naik 10 Kali Lipat
Indonesia
Masyarakat Diminta Hati-hati Cari Angkutan untuk Mudik Lebaran
Indonesia
Masyarakat Diminta Hati-hati Cari Angkutan untuk Mudik Lebaran

Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tengah menyoroti bus pariwisata yang dikoordinir oleh event organizer (EO).

Turun Level PPKM, Angka Pengguna KRL Yogyakarta-Solo Akhir Pekan Melesat
Indonesia
Turun Level PPKM, Angka Pengguna KRL Yogyakarta-Solo Akhir Pekan Melesat

Manager External Relations KAI Commuter, Adli Hakim menjelaskan, jumlah penumpang hari ini hingga pukul 16.00 WIB mencapai 6.995 pengguna.

Eks Mensos Juliari Batubara Dinilai Pantas Dihukum Seumur Hidup dan Dimiskinkan
Indonesia
Eks Mensos Juliari Batubara Dinilai Pantas Dihukum Seumur Hidup dan Dimiskinkan

Vonis 12 tahun penjara terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dinilai belum tegas.

Jadwal Pemilu Berlarut-larut, Tendensi Kepentingan Pemerintah Dinilai Sangat Kuat
Indonesia
Jadwal Pemilu Berlarut-larut, Tendensi Kepentingan Pemerintah Dinilai Sangat Kuat

Komisi II akan menggelar rapat kerja dengan pemerintah dan penyelenggara pemilu terkait dengan jadwal Pemilu 2024 di awal tahun 2022.

Kebijakan Berlapis Indonesia Antisipasi Masuknya COVID-19 Varian Omicron
Indonesia
Kebijakan Berlapis Indonesia Antisipasi Masuknya COVID-19 Varian Omicron

Sementara pelaku perjalanan Internasional yang berasal dari negara lainnya, wajib menyertakan tes PCR 3X24 jam sebelum kedatangan

Pemprov DKI Siapkan Bansos untuk Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Bansos untuk Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri

Program bantuan sosial (bansos) berupa sembako akan kembali dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk warga yang positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Hadiri Sidang Etik, Lili Pintauli Lewat Pintu Belakang
Indonesia
Hadiri Sidang Etik, Lili Pintauli Lewat Pintu Belakang

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, akhirnya menghadiri sidang dugaan pelanggaran etik di kantor Dewan Pengawas KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (11/7) hari ini.

Masyarakat Diimbau Beli Produk UMKM
Indonesia
Masyarakat Diimbau Beli Produk UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong seluruh masyarakat untuk membeli produk koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya menghadapi potensi stagflasi pada semester II 2022 dan menggerakkan perekonomian Indonesia.

Jokowi Targetkan 26,5 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin COVID-19
Indonesia
Jokowi Targetkan 26,5 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin COVID-19

Vaksinasi bagi usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia.