KPK Siap Periksa Gubernur Khofifah di Kantor Polisi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. (BolaSkor.com/Keenan Wahab)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (26/4).

Pemeriksaan terhadap Khofifah dalam kasus dugaan suap yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi ini rencananya dilakukan tim penyidik KPK di Mapolda Jatim. "Ya informasi yang saya dapatkan begitu," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kunungan, Jakarta Selatan, Kamis (25/4) malam.

Namun, Febri belum mengetahui jelas mantan Menteri Sosial itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka siapa. Informasi mengenai hal tersebut akan disampaikan pada hari ini. "Kita lihat ya jadwal (pemeriksaannya) secara lengkap," ujar Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

Febri mengungkapkan alasan tim penyidik memeriksa Khofifah di Mapolda Jatim. Menurutnya hal ini lantaran tim penyidik yang menangani kasus jual beli jabatan sedang melakukan serangkaian kegiatan penyidikan lainnya di Surabaya.

"Karena ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Surabaya sejak hari ini. Jadi timnya juga terbatas ya penyidiknya. Sehingga beberapa kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur dan sekaligus ada beberapa kegiatan dilakukan disana," ungkap Febri.

Nama Khofifah terseret dalam kasus ini setelah disebut oleh Romi sebagai salah satu pihak yang turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin untuk menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim). Selain Khofifah, Romi juga menyebut nama Kiai Asep Saefuddin Halim selaku pimpinan sebuah pondok pesantren besar di Jatim.

romi
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. (Foto: MP/Ponco)

Romi mengklaim hanya menyalurkan aspirasi dan rekomendasi dari sejumlah pihak, termasuk Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait Haris Hasanuddin untuk direkomendasikan sebagai Kakanwil Kemag Jatim kepada pihak yang berkompeten terkait seleksi jabatan di Kemenag

Febri mengakui, pihaknya tak hanya mendalami proses seleksi dan aliran dana terkait kasus ini. KPK, kata Febri juga mendalami adanya rekomendasi yang disampaikan sejumlah pihak terkait dengan nama-nama yang mengikuti proses seleksi di Kemag.

"Memang ada beberapa pihak yang dalam proses seleksi jabatan tersebut sampai pada proses pemberian uang ya, ada beberapa pihak yang kami identifikasi itu mengetahui sebagian dari rangkaian proses itu mengetahuinya. Bisa mengetahui tentang bagaimana rekomendasi, bagaimana pihak-pihak lain memberikan saran terkait dengan posisi-posisi di Kementerian Agama seperti Kanwil dan Kepala Kantor Kementerian tersebut itu tentu perlu kami dalami," urai mantan aktivis ICW itu.

Dalam perkara ini, Romi bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemena Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto