KPK Siap Bersinergi dengan Kejagung Usut Dugaan Korupsi di Garuda Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2011-2021.

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyatakan, lembaga antirasuah siap bersinergi dengan Korps Adhyaksa untuk mengusut dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga

Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Garuda, Menteri BUMN Akui Tengah Bersih-bersih

"Dalam proses penyidikan ini pun, KPK berkomitmen akan memberikan dukungannya sebagaimana semangat sinergi dalam pemberantasan korupsi antar aparat penegak hukum," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Ali mengatakan, KPK sebelumnya telah mengusut kasus suap di Garuda Indonesia terkait pengadaan pesawat dan mesinnya serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam kasus tersebut, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo menjadi tersangka.

"Saat ini perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap dan para terpidana masih menjalani hukumannya di lembaga pemasyarakatan," kata Ali.

Ali menilai positif penyidikan yang dilakukan Kejagung untuk sangkaan berbeda dalam kasus di Garuda Indonesia. Hal itu merupakan wujud penguatan bersama penegakan hukum untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Baca Juga

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Akan Bertambah

Di mana, kata Ali, dugaan tindak pidana korupsi ditangani secara optimal dari kecukupan alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum sesuai prinsip-prinsip mekanisme hukum yang berlaku.

"Sehingga penegakkan hukum ini betul-betul dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya, dan pemulihan bagi kerugian keuangan negara yang telah ditimbulkannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kejagung menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat pada PT Garuda Indonesia Tbk periode 2011-2021.

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia itu menjadi tersangka bersama pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus beneficial owner Connaught International Pte ltd, Soetikno Soedarjo.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengungkapkan, kasus dugaan korupsi di Garuda Indonesia menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 8,8 triliun. Hanya saja, dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal detail dari kerugian tersebut. (Pon)

Baca Juga

Mantan Dirut Garuda Dijerat Pidana Dugaan Korupsi Penyewaan Pesawat

Irjen Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK
Indonesia
Irjen Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK
Indonesia
Irjen Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK
Indonesia
Irjen Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK
Indonesia
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi: Marhaban ya Ramadan
Indonesia
Jokowi: Marhaban ya Ramadan

"Saya ingin mengucapkan Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadan 1443 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin," kata dia.

Pelaku Pemerasan Berkedok Korban Tabrak Lari Ditangkap
Indonesia
Pelaku Pemerasan Berkedok Korban Tabrak Lari Ditangkap

Polres Metro Jakarta Timur bersama Polsek Pasar Rebo mengamankan pelaku pemerasan dengan modus menjadi korban tabrak lari.

Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Jauh Tinggalkan Nama Calon Lain
Indonesia
Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Jauh Tinggalkan Nama Calon Lain

Elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tertinggi dalam temuan survei nasional Survey and Polling Indonesia (SPIN) Pilpres 2024.

Krisis Global di depan Mata, Indonesia Siapkan Jurus Mitigasi
Indonesia
Krisis Global di depan Mata, Indonesia Siapkan Jurus Mitigasi

Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah-langkah mitigasi melalui berbagai kebijakan.

Nataru Jadi Penyebab Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak
Indonesia
Nataru Jadi Penyebab Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak

Libur Natal dan Tahun Baru 2021-2022 diklaim menjadi faktor penyebab lonjakan kasus COVID-19 dan varian baru Omicron di Jakarta.

Solo Zoo Direvitalisasi, Pakan Hewan dan Gaji Karyawan Ditanggung Dana BTT
Indonesia
Solo Zoo Direvitalisasi, Pakan Hewan dan Gaji Karyawan Ditanggung Dana BTT

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, memutuskan menutup total Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo selama enam bulan pelaksanaan revitalisasi. Selama revitalisasi berlangsung, TSTJ tidak ada pemasukan untuk pakan hewan dan gaji karyawan. Pemkot Solo pun memutuskan menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).

[HOAKS atau FAKTA]: Banyak Rumah Sakit Terima Vaksin Palsu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Banyak Rumah Sakit Terima Vaksin Palsu

Unggahan tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi baru-baru ini.

Pasca Ambruknya Atap, Mal Margo City Depok Belum Dibuka untuk Umum
Indonesia
Pasca Ambruknya Atap, Mal Margo City Depok Belum Dibuka untuk Umum

Struktur bangunan di sekitar TKP dikhawatirkan masih rapuh

[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Aliran Dana Hibah Rp 10 Miliar di Rumah Anies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Aliran Dana Hibah Rp 10 Miliar di Rumah Anies

Beredar sebuah informasi melalui media sosial Facebook dengan klaim bahwa KPK berhasil menemukan aliran dana hibah sebesar Rp 10 miliar di rumah Anies Baswedan.