KPK Selidiki Transaksi Perbankan Dugaan Suap Azis Syamsuddin Tersangka kasus korupsi Azis Syamsuddin. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya dugaan transaksi perbankan terkait kasus suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah yang menjerat Azis Syamsuddin.

Hal tersebut didalami saat tim penyidik KPK memeriksa seorang saksi yakni Staf Bank Mandiri Bandar Jaya, Fajar Arafadi. Fajar diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Fajar Arafadi (Staf Bank Mandiri Bandar Jaya), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan transaksi perbankan dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (9/10).

Baca Juga:

LIPI Apresiasi Gerak Cepat Airlangga Cari Pengganti Azis Syamsuddin

Tim penyidik juga memanggil seorang Karyawan BUMN bernama Neta Emilia. Namun Neta tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang.

Perlu diketahui, KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka terkait penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Ia diduga memberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan seorang kuasa hukum Maskur Husain (MH) sebesar Rp 3,1 miliar.

 KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)
KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)

Pemberian itu dimaksudkan agar Robin dan Maskur dapat mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK di Lampung Tengah.

Setelah itu Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis. Azis pun mentransfer Rp 200 juta secara bertahap melalui rekening pribadinya.

Sekitar bulan Agustus 2020, Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis, yaitu USD 100 ribu, SGD 17.600 dan SGD 140.500.

Baca Juga:

Mantan Danjen Kopassus Gantikan Azis Syamsuddin Jadi Wakil Ketua DPR

Uang-uang itu kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

Terungkap bahwa Azis baru menyerahkan Rp 3,1 miliar kepada Robin dan Maskur dari total kesepakatan Rp 4 miliar sebelumnya.

Atas perbuatannya tersebut, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Obama Umumkan Positif Terinfeksi COVID-19
Dunia
Obama Umumkan Positif Terinfeksi COVID-19

Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Minggu (13/3) mengatakan bahwa dirinya positif terinfeksi COVID-19.

Cleaning Service Bandara Soetta Temukan Cek Rp 35,5 Miliar
Indonesia
Cleaning Service Bandara Soetta Temukan Cek Rp 35,5 Miliar

Cleaning service di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tak sengaja menemukan sebuah dompet berisi cek senilai Rp 35,5 miliar pada Jumat (29/10) kemarin.

Terbang Ilegal, Belasan Drone Diturunkan Paksa di Kawasan Sirkuit Mandalika
Indonesia
Terbang Ilegal, Belasan Drone Diturunkan Paksa di Kawasan Sirkuit Mandalika

Polisi menurunkan sebanyak 18 drone yang terbang liar tanpa izin penyelenggara ajang balap MotoGP 2022 di kawasan Sirkuit Mandalika.

Ditanya soal Lokasi Sirkuit Formula E, Wagub DKI: Bukan Urusan Saya Tapi Jakpro
Indonesia
Ditanya soal Lokasi Sirkuit Formula E, Wagub DKI: Bukan Urusan Saya Tapi Jakpro

"Urusannya kan ada di Jakpro bukan di saya," papar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (23/11) malam.

[HOAKS atau FAKTA]: Dalam 15 Menit COVID-19 Bakal Negatif Jika Makan Bawang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dalam 15 Menit COVID-19 Bakal Negatif Jika Makan Bawang

Meski bawang merah dan bawang putih memiliki senyawa yang menunjukkan aktivitas antivirus, mereka tidak dapat menyembuhkan COVID-19 atau membuat satu tes menjadi negatif.

Gerindra Senang Erick Laporkan Dugaan Korupsi Garuda Indonesia
Indonesia
Gerindra Senang Erick Laporkan Dugaan Korupsi Garuda Indonesia

Kasus dugaan korupsi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara saat ini dan manipulasi data dalam laporan penggunaan bahan bakar pesawat.

BPS Lakukan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan Buat Hitung Parameter Demografi
Indonesia
BPS Lakukan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan Buat Hitung Parameter Demografi

Hasil Sensus Penduduk (SP2020) pada September 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa.

[HOAKS atau FAKTA]: 90 Persen Alat Tes COVID-19 Mandiri Tidak Berfungsi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 90 Persen Alat Tes COVID-19 Mandiri Tidak Berfungsi

LFD terganggu saat menguji zat seperti coca-cola dan jus jeruk

Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini
Indonesia
Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mulai memberlakukan ganjil genap nomor polisi kendaraan pada akhir pekan ini guna membatasi mobilitas warga setelah kasus COVID-19 di Jakarta terus meningkat.

M Taufik: Giring Lebih Bagus Nyanyi Ketimbang Jadi Politikus
Indonesia
M Taufik: Giring Lebih Bagus Nyanyi Ketimbang Jadi Politikus

"Karena itu, mesti kita pertanyakan juga itu si Giring cara berfikirnya. Makanya lebih baik Giring nyanyi aja, lebih bagus nyanyi," tegasnya.