KPK Segera Periksa Menag Lukman Hakim Saifuddin Terkait Suap Jual Beli Jabatan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Nanti baru diinformasikan lagi kalau sudah ada jadwalnya," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Pemanggilan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu penting dilakukan untuk mengonfirmasi ihwal dugaan suap jual beli jabatan yang menjerat Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

Terlebih, kata Febri, penyidik lembaga antirasuah telah menyita uang ratusan juta dalam bentuk Rupiah dan Dolar Amerika dari ruang kerja Lukman Hakim hari ini.

Jubir KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

"Ada beberapa dokumen dan uang yang di amankan atau disita dari ruangan Menteri Agama hari ini," ungkap Febri.

Menurut Febri, seluruh dokumen dan uang yang disita dalam penggeledahan di ruang kerja Lukman Hakim berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di Kemenag.

"Disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian penanganna perkara," pungkasnya.

Tak hanya ruang kerja Menag Lukman Hakim, tim penyidik hari ini juga menggeledah ruang kerja Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan dan ruang Kepala Biro Kepegawaian.

Selain tiga ruangan di kantor Kemenag, KPK juga menggeledah sejumlah ruangan di Kantor DPP PPP, diantaranya ruang kerja Romahurmuziy, ruangan Bendahara dan Administrasi DPP PPP.

Dari penggeledahan sejumlah ruangan di kantor DPP PPP ini, tim penyidik menyita sejumlah dokumen terkait posisi Romahurmuziy di DPP PAN.

KPK menduga ada petinggi Kemenag yang ikut menerima suap bersama-sama Rommy. Rommy sendiri merupakan tersangka penerima suap dalam kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag.

Petinggi Kemenag diduga ikut membantu Romi mempengaruhi hasil seleksi jabatan‎ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik kepada Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk Haris Hasanuddin.

Rommy ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Rommy.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: TKN Kritik Ide Sandi Hapus UN: Jadul dan Hanya Cari Perhatian dari Anak-Anak Sekolah

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH