KPK Segera Panggil Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai Tersangka Suap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil ulang Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Hal itu lantaran Gazalba Saleh mangkir dari panggilan penyidik lembaga antirasuah pada Senin, 28 November 2022.

Baca Juga:

Ketua KPK soal Bupati Bangkalan Belum Ditahan Meski Berstatus Tersangka

"Tentunya sedang diagendakan, dalam waktu dekat segera akan dipanggil," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam keterangannya, Jumat (2/12).

Gazalba Saleh ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam penanganan perkara di MA karena diduga dijanjikan uang sebesar SGD 202 ribu.

Kasus ini bermula ketika adanya perselisihan di internal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana pada awal 2022. Permasalahan itu berakhir dengan laporan pidana dan perdata yang berlanjut hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Setelah itu, Debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka meminta Pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno untuk mengurus dua perkara itu. Dalam kasus ini, Heryanto melaporkan Pengurus KSP Intidana Budiman Gandi Suparman atas tudingan pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama pada PN Semarang dengan Terdakwa Budiman Gandi Suparman dinyatakan bebas.

Putusan bebas itu membuat jaksa mengajukan kasasi ke MA. Heryanto juga meminta Yosep dan Eko mengawal kasasi tersebut. Yosep dan Eko meminta bantuan pegawai negeri sipil (PNS) di MA Desy Yustria untuk mengondisikan putusan kasasi. Desy dijanjikan uang SGD 202 ribu yang setara dengan Rp 2,2 miliar.

Setelah mendengar janji itu, Desy langsung menghubungi staf Kepaniteraan MA Nurmanto Akmal. Nurmanto kemudian meminta bantuan staf Hakim Agung Gazalba Saleh, Redhy Novarisza dan Hakim Yustisial Prasetio Nugroho.

Baca Juga:

KPK Periksa Eks Kepala Kanwil BPN Riau Terkait Kasus Suap

Adapun salah satu anggota majelis hakim yang ditunjuk untuk memutus perkara terdakwa Budiman Gandi Suparman saat itu adalah Gazalba Saleh.

Kongkalikong ini membuat kubu jaksa memenangkan kasasi. Sehingga, Budiman dinyakatan bersalah dan dihukum penjara selama lima tahun. Karena sudah menang, Yosep dan Eko menyerahkan uang tersebut secara tunai ke Desy.

KPK total menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Hakim Agung Gazalba Saleh, Hakim Yustisial Prasetio Nugroho, dan staf Gazalba Redhy Novarisza.

Sementara 10 lainnya sudah lebih dahulu dijerat yakni Hakim Agung Sudrajat Dimyati, Hakim Yudisial atau panitera pengganti Elly Tri Pangestu (ETP), dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). (Pon)

Baca Juga:

Ketua KPK Terima 268 Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Jawa Timur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Pemilu, BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional
Indonesia
Hadapi Pemilu, BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional

Indonesia mesti mengikikis habis paham radikalisme karena bakal menghadapi agenda nasional seperti Pemilu dan Pemilukada di tahun 2024.

Sehari Pelonggaran Masker, 327 Kasus Baru COVID-19 Ditemukan
Indonesia
Sehari Pelonggaran Masker, 327 Kasus Baru COVID-19 Ditemukan

Penambahan kasus harian COVID-19 terus terjadi satu hari setelah pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka.

Golkar Lebih Populer dari PDIP dalam Survei Voxpol
Indonesia
Golkar Lebih Populer dari PDIP dalam Survei Voxpol

Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei bertajuk "Peta Elektoral dan Simulasi Kandidat Capres-Cawapres Potensial Pilpres 2024".

Obat Batuk Sebabkan Puluhan Anak Meninggal di Gambia, BPOM Awasi Peredaran
Indonesia
Obat Batuk Sebabkan Puluhan Anak Meninggal di Gambia, BPOM Awasi Peredaran

Keempat produk obat batuk sirup tersebut di antaranya Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup.

Selama Oktober Ada 50 Korban Jiwa akibat Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
Selama Oktober Ada 50 Korban Jiwa akibat Bencana Hidrometeorologi

"Di bulan Oktober total 50 jiwa, ini menjadi perhatian kami di BNPB. Sehingga mungkin besok dan lusa kita akan apel kesiapsiagaan secara nasional untuk kembali mengingatkan pemerintah daerah," ujar Abdul

Pemerintah Gelar Rapat Bahas Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Gelar Rapat Bahas Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia

Pemerintah menggelar rapat koordinasi antara PSSI, Kemenpora dan FIFA di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (21/4) Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan bahwa persiapan Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia masih berjalan sesuai rencana.

43 Jaksa Siap Berkolaborasi Menghukum Ferdy Sambo CS
Indonesia
43 Jaksa Siap Berkolaborasi Menghukum Ferdy Sambo CS

Jampidum Kejaksaan Agung telah menunjuk 43 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menpora Cari Program Buat Pemulihan Korban Kerangkeng Manusia di Sumut
Indonesia
Menpora Cari Program Buat Pemulihan Korban Kerangkeng Manusia di Sumut

Korban Kerangkeng manusia ini harus dipulihkan lagi baik secara mental maupun fisik.

Tsamara Amany Mundur dari PSI
Indonesia
Tsamara Amany Mundur dari PSI

"Per hari ini saya memutuskan diri sebagai pengurus dan kader PSI. Keputusan ini saya ambil berdasarkan pertimbangan pribadi, saya merasa menemukan perjalanan baru di luar partai politik," ujar Tsamara.

[HOAKS atau FAKTA] Ustazah Kondang Mama Dedeh Meninggal Dunia!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Ustazah Kondang Mama Dedeh Meninggal Dunia!

“Innalillahi:Semua Sedih Ustadzah Kondang Mama Dedeh Meninggal Dunia!”.