KPK Sebut Azis Syamsuddin Suap AKP Robin Rp 3,1 Miliar Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (kanan) berjalan menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (9/6/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meyuap mantan penyidik lembaga antirasuah Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain sebesar Rp3,1 miliar.

Uang suap tersebut diberikan Azis Syamsuddin untuk menghentikan perkara yang melibatkan dirinya dan mantan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Baca Juga:

KPK Menciduk Azis Syamsuddin di Rumahnya

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Azis Syamsuddin. Mulanya, pada Agustus 2020, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menghubungi Robin.

"Meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ (Azis Syamsuddin) dan AG (Aliza Gunado) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK," kata Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9) dini hari.

Kemudian Robin menghubungi Maskur untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut.Maskur lantas menyampaikan pada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar.

Robin juga menyampaikan langsung kepada Azis Syamsuddin terkait permintaan uang Rp2 miliar itu dan kemudian disetujui oleh Azis.

"Setelah itu MH (Maskur Husain) diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada AZ," ujar Firli.

 KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)
KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)

Firli melanjutkan, teknis pemberian uang dari Azis Syamsuddin dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik Maskur Husain. Selanjutnya, Robin menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada Azis.

"Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank MH secara bertahap," kata Firli.

Masih di bulan Agustus 2020, Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis, yaitu 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura.

Baca Juga:

KPK Resmi Tetapkan Azis Syamsuddin Tersangka

Uang-uang dalam bentuk mata uang asing itu, kata Firli, kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar," kata Firli. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Butuh Teknologi Tracking Buat Vaksinasi 180 Juta Warga
Indonesia
Indonesia Butuh Teknologi Tracking Buat Vaksinasi 180 Juta Warga

Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk tahun depan melalui APBN 2021 adalah sebanyak Rp29,6 triliun.

Promo BTS Meal Bikin Kerumunan, Begini Kata Dinkes DKI
Indonesia
Promo BTS Meal Bikin Kerumunan, Begini Kata Dinkes DKI

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta buka suara perihal kerumunan pembeli restoran cepat saji McDonald's, saat promo BTS Meal.

4 Warga Korban Serangan Teroris Poso Dipastikan Dapat Santunan Negara
Indonesia
4 Warga Korban Serangan Teroris Poso Dipastikan Dapat Santunan Negara

LPSK, BNPT, maupun Polda Sulawesi Tengah akan berbagi peran dalam penanganan tindak pidana terorisme di Poso.

Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas
Indonesia
Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas

Monas sudah ditutup sejak Gubernur Anies Baswedan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai sekarang.

Novel Baswedan Alih Profesi Jadi Youtuber Antikorupsi
Indonesia
Novel Baswedan Alih Profesi Jadi Youtuber Antikorupsi

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini menjadi Youtuber setelah dipecat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 September 2021.

Keseharian Eks Pegawai KPK Masih Diisi dengan Perlawanan
Indonesia
Keseharian Eks Pegawai KPK Masih Diisi dengan Perlawanan

TWK yang menjadi dasar pemecatan mereka bermasalah

Kabaharkam Minta Anggota Polisi tidak Arogan saat Penegakan Prokses PPKM Level 4
Indonesia
Kabaharkam Minta Anggota Polisi tidak Arogan saat Penegakan Prokses PPKM Level 4

"Dilakukan pada komunitas level terkecil, penegakan prokes dilakukan dengan cara humanis, hindari cara arogan," tekan Arief.

Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Menaker: Kita Siapkan Pekerja Unggul Pasca Pandemi
Indonesia
Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Menaker: Kita Siapkan Pekerja Unggul Pasca Pandemi

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mulai menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi untuk bersaing di dunia usaha dan industri pasca pandemi COVID-19.

Anak Buah Yasonna Bakal Deportasi Warga Inggris Terduga Teroris
Indonesia
Anak Buah Yasonna Bakal Deportasi Warga Inggris Terduga Teroris

Tazneen Miriam Siliar, warga negara Inggris, terduga teroris saat ini sedang menjalani detensi atau penahanan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta.