KPK Perpanjang Penahanan Sejumlah Tersangka Korupsi PT DI Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI).

Ketiga tersangka itu, yakni Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 dan Direktur Produksi PT DI tahun 2014-2019; Didi Laksamana selaku Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa; dan Ferry Santosa Subrataselaku Dirut PT Selaras Bangun Usaha.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, masa penahanan ketiga tersangka diperpanjang selama 40 hari ke depan.

Baca Juga:

Percepat Sertifikasi N219, PT DI Gunakan 2 Prototype

Dengan demikian, ketiga tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 1 Januari 2021.

"Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara penyidikan perkara atas nama para tersangka tersebut," kata Ali dalam keterangannya, Senin (23/11).

KPK menetapkan tiga tersangka baru kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2007-2017.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ketiga tersangka tersebut yakni Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 yang juga Direktur Produksi PT DI tahun 2014 s.d 2019 Arie Wibowo, Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana, dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata.

Dalam perkara ini Arie Wibowo diduga menerima aliran dana sebesar Rp9.172.012.834,00, sementara Didi Laksamana sebesar Rp10.805.119.031,00, dan Ferry Santosa sebesar Rp1.951.769.992,00.

Tim penyidik juga telah melakukan pemeriksaan sebanyak 108 orang dan telah melakukan penyitaan aset berupa uang dan properti (tanah dan bangunan) senilai Rp40 miliar.

Dalam perkara yang sama, telah masuk tahap penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh.

Sementara eks Dirut PT DI Budi Santosa dan mantan Asisten Direktur Utama bidang Bisnis Pemerintah PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung.

Baca Juga:

KPK: Korupsi PT Dirgantara Indonesia Rugikan Negara Rp315 Miliar

Kasus korupsi ini bermula pada awal 2008.

Ketika itu, Budi Santoso dan Irzal Rinaldi Zailani bersama-sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure, serta Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan menggelar rapat mengenai kebutuhan dana PT Dirgantara Indonesia.

Tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya.

Dalam rapat itu juga dibahas mengenai biaya entertaintment dan uang rapat-rapat yang nilainya tidak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan. (Knu)

Baca Juga:

KPK Tahan 3 Tersangka Baru kasus Korupsi PT DI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MA Tolak Kasasi Adik Ketum PAN Zulkifli Hasan
Indonesia
MA Tolak Kasasi Adik Ketum PAN Zulkifli Hasan

Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan bagi Zainudin Hasan

Andre Rosiade Bantah Sudah Grebek PSK
Indonesia
Andre Rosiade Bantah Sudah Grebek PSK

Andre mengatakan hanya menyuarakan aspirasi dari masyarakat yang resah mengenai adanya praktik prostitusi.

Gantikan Risma-Whisnu, PDIP Akhirnya Usung Ery Cahyadi-Armuji di Pilwalkot Surabaya
Indonesia
Gantikan Risma-Whisnu, PDIP Akhirnya Usung Ery Cahyadi-Armuji di Pilwalkot Surabaya

Ery Cahyad -Armuji menggantikan pasangan Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana yang sudah hampir 10 tahun memajukan Surabaya.

Benarkah Test Swab Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter THT RSA UGM
Indonesia
Benarkah Test Swab Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter THT RSA UGM

Sebelumnya, kabar tentang tes usap COVID-19 dapat merusak otak ramai beredar di media sosial Tanah Air.

 Istana: Jangan Sampai Ada Politisi Gunakan Isu Corona Untuk Pencitraan
Indonesia
Istana: Jangan Sampai Ada Politisi Gunakan Isu Corona Untuk Pencitraan

"Memang kalau ditarik dalam dunia politik pasti berantakan, menurut saya, jangan sampai ada orang yang menggunakan isu ini untuk pencitraan," kata Ngabalin

Eks Sespri Sebut Irjen Napoleon Dua Kali Didatangi Brigjen Prasetijo dan Dibawakan 'Paper Bag'
Indonesia
Eks Sespri Sebut Irjen Napoleon Dua Kali Didatangi Brigjen Prasetijo dan Dibawakan 'Paper Bag'

Tommy juga sempat menemui Irjen Napoleon beberapa kali tanpa dihadiri Brigjen Prasetijo

Minta Seleksi Wagub Segera Diproses, Anies: Sudah Masuk di DPRD
Indonesia
Minta Seleksi Wagub Segera Diproses, Anies: Sudah Masuk di DPRD

Anies mengaku sering bertemu calon yang diusung partai Gerindra, Ahmad Riza Patria

Bos Antam Terseret Kasus RJ Lino yang 4 Tahun Tersangka Masih Bebas
Indonesia
Bos Antam Terseret Kasus RJ Lino yang 4 Tahun Tersangka Masih Bebas

KPK menjadwalkan pemeriksaan Dirut Antam Dana Amin dalam kasus dugaan korupsi eks Dirut Pelindo II RJ Lino.

'Kecoak Laut Raksasa' Ditemukan di Laut Dalam Selat Sunda
Indonesia
'Kecoak Laut Raksasa' Ditemukan di Laut Dalam Selat Sunda

Penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini telah dipublikasikan pada jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020.

Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi
Indonesia
Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi

Beliau juga pernah mengalami penganiayaan politik dari musuh demokrasi