KPK Periksa Tiga Orang Swasta Terkait Suap Gubernur Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi dari pihak swasta dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan, Senin (29/3).

Ketiga saksi tersebut yakni, Eka Novianti, Nenden Desi Siti Nurjanah dan Siti Mutia. Mereka akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah.

Baca Juga:

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Dalami Aliran Duit ke Pokja Dinas PUTR Pemprov Sulsel

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (29/3).

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021.

KPK Periksa Tiga Orang Swasta Terkait Suap Gubernur Nurdin Abdullah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi dari pihak swasta dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan, Senin (29/3).

Ketiga saksi tersebut yakni, Eka Novianti, Nenden Desi Siti Nurjanah dan Siti Mutia. Mereka akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (29/3).

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tersangka korupsi. (Foto: Antara)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tersangka korupsi. (Foto: Antara)

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Harta Kekayaan Nurdin Abdullah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Proyek Jumbo Laptop Lokal Untuk Pelajar
Indonesia
Proyek Jumbo Laptop Lokal Untuk Pelajar

Sesuai rencana pengadaan produk TIK untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SLB, dan SMK per tahun 2021-2024 yang mencapai minimal 1,3 juta laptop senilai Rp 17 triliun, belum termasuk yang dialokasikan via DAK provinsi, kabupaten, dan kota sebagaimana data Ditjen Paudasmen, Kemendikbud-Ristek 2021.

Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka
Indonesia
Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka

Pemerintah Kota (pemkot) Bandung menerbitkan peraturan baru tentang PPKM. Terdapat relaksasi di sejumlah bidang, muali pusat perbelanjaan, mal, ritel dan sektor usaha lainnya.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Disebut Ditangkap di Sebuah Restoran
Indonesia
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Disebut Ditangkap di Sebuah Restoran

Saya membenarkan NR dan AB ditangkap. Sementara kami lakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Pusat

Presiden Jokowi Tinjau Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang
Indonesia
Presiden Jokowi Tinjau Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

Di Lumajang, Presiden diagendakan untuk meninjau sejumlah lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dianiaya Sesama Tahanan, Muhammad Kece Bisa Ajukan Perlindungan ke LPSK
Indonesia
Dianiaya Sesama Tahanan, Muhammad Kece Bisa Ajukan Perlindungan ke LPSK

Meski berstatus tahanan, mereka tetap harus mendapatkan jaminan keamanan, baik dari aparat maupun ancaman dari sesame penghuni rutan lainnya.

Anies Minta Perusahaan di DKI Beri Libur Umat Hindu saat Hari Raya Deepavali
Indonesia
Anies Minta Perusahaan di DKI Beri Libur Umat Hindu saat Hari Raya Deepavali

Perusahaan dan lembaga di ibu kota diminta untuk memberikan libur Hari Raya Deepavali 5123 Kaliyuga kepada umat Hindu.

Aksi Tarung Bebas Ilegal di Makassar Libatkan Selebgram, 28 Orang Ditangkap Polisi
Indonesia
Aksi Tarung Bebas Ilegal di Makassar Libatkan Selebgram, 28 Orang Ditangkap Polisi

Duel tarung bebas ilegal tengah marak terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

PVMBG Peringatkan Masih Ada Potensi Bahaya Erupsi Semeru
Indonesia
PVMBG Peringatkan Masih Ada Potensi Bahaya Erupsi Semeru

Sedangkan dari kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikkan jumlah dan jenis gempa

Tanggapan Pemprov DKI Reuni 212 Diadakan di Dua Wilayah
Indonesia
Tanggapan Pemprov DKI Reuni 212 Diadakan di Dua Wilayah

Panitia Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar reuni akbar di dua wilayah yakni di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat dan Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor.

Gubernur Sulsel Klaim Sukarela Ikut KPK
Indonesia
Gubernur Sulsel Klaim Sukarela Ikut KPK

OTT merupakan operasi menangkap seseorang saat melakukan tindak pidana. Sementara, klaim Veronica, Nurdin tidak melakukan tindak pidana karena sedang berisitirahat.