KPK Periksa Petinggi PT Cirebon Power Terkait Kasus Suap Izin PLTU 2 Ilustrasi. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Corporate Affair Director PT Cirebon Power Teguh Haryono, dalam kasus dugaan suap terkait perizinan PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 Cirebon.

Petinggi PT Cirebon Power itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka General Manager Hyundai Engineering & Construction (HDEC) Herry Jung.

"Yang bersangkutan (Teguh Haryono) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HJ (Herry Jung)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (17/2).

Baca Juga:

KPK Ingatkan Gubernur Kaltara Soal Komitmen Antikorupsi

Belum diketahui materi yang bakal didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Teguh. Namun, KPK sempat meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Teguh bersama VP Director PT Cirebon Electric Power Heru Dewanto untuk bepergian ke luar negeri.

PT Cirebon Power merupakan konsorsium pemilik pembangkit PLTU 2 yang berlokasi di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Konsorsium ini terdiri dari korporasi multinasional yaitu Marubeni (Jepang), Indika Energy (Indonesia), KOMIPO, Chubu dan Samtan (Korea).

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Selain menjadwalkan memeriksa Teguh, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Pejabat Kuasa Head Office Hyundai Engineering and Construction Sanghyun Paik; Business Development atau Jakarta Branch Office Hyundai Engineering and Construction Agustinus; serta seorang interpreter Miranda Florence Warouw.

Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Herry Jung.

Dalam kasus ini, Herry Jung diduga memberikan suap kepada mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebesar Rp6,04 miliar dari janji awal Rp10 miliar. Suap ini terkait dengan perizinan PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 di Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:

KPK: RUU Perampasan Aset Berikan Efek Jera bagi Koruptor

Pemberian suap dilakukan dengan cara membuat surat perintah kerja (SPK) fiktif dengan PT MIM (Milades Indah Mandiri). Sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultasi pekerjaan PLTU 2 dengan kontrak sebesar Rp10 miliar.

Fakta-fakta mengenai aliran suap dari HDEC kepada Sunjaya ini telah mencuat dalam proses persidangan perkara suap perizinan yang menjerat Sunjaya sebelumnya.

Dalam persidangan terungkap uang itu dikucurkan oleh Herry Jung yang diserahkan secara bertahap kepada Camat Beber, Kabupaten Cirebon Rita Susana yang juga istri Camat Astanajapura Mahmud Iing Tajudin atas perintah Sunjaya. (Pon)

Baca Juga:

Kejagung Titipkan Tersangka Korupsi ASABRI Jimmy Sutopo di Rutan KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Tutup 7 Sekolah akibat Ditemukan Kasus COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 7 Sekolah akibat Ditemukan Kasus COVID-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) meski di tengah penyebaran varian baru COVID-19 Omicron.

Kasus COVID-19 Meroket, DIY Tetap Lanjutkan Work from Yogyakarta
Indonesia
Kasus COVID-19 Meroket, DIY Tetap Lanjutkan Work from Yogyakarta

Meroketnya penambahan kasus COVID-19 tak memudarkan rencana Work from Yogyakarta (Bekerja dari Yogyakarta).

Soal Aturan Makan 20 Menit, Puan: Jangan Sampai Jadi Lelucon
Indonesia
Soal Aturan Makan 20 Menit, Puan: Jangan Sampai Jadi Lelucon

Puan khawatir apabila aturan tersebut hanya sekadar dibuat tanpa penjelasan lanjutan maka akan dianggap sebagai lelucon semata. Imbasnya akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan turun.

Sidang Nia Ramadhani Hadirkan Direktur Rehab,Terdakwa Mengaku Sehat
Indonesia
Sidang Nia Ramadhani Hadirkan Direktur Rehab,Terdakwa Mengaku Sehat

Nia Ramdhani memakai kerudung dan balser hitam, sedangkan suaminya Ardiansyah Bakrie tampil kompak mengenakan kemeja putih saat persidangan.

 Kasus COVID-19 Amerika Serikat Tembus 60 Juta, Terparah dalam Sejarah
Dunia
Kasus COVID-19 Amerika Serikat Tembus 60 Juta, Terparah dalam Sejarah

Angka korban jiwa yang disebabkan COVID-19 di Amerika Serikat telah melampaui pandemi flu Spanyol 1918.

Eks Mensos Juliari Geram saat Ditanya Dugaan Keterlibatan Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Eks Mensos Juliari Geram saat Ditanya Dugaan Keterlibatan Legislator PDIP Ihsan Yunus

Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara enggan merespons soal dugaan keterlibatan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

Kunci Penting Masifkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
Indonesia
Kunci Penting Masifkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Sosialisasi kepada orang tua menjadi kunci penting

Buntut Kasus Tes COVID-19 Pakai Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Benahi Internal
Indonesia
Buntut Kasus Tes COVID-19 Pakai Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Benahi Internal

KFD memastikan terlaksanakannya SOP yang sudah ada setelah melakukan cross check antara PT Kimia Farma Apotek dan PT Kimia Farma Diagnostika.

Polisi Bakal Tindak Peritel Mainkan Harga Tabung dan Gas Oksigen
Indonesia
Polisi Bakal Tindak Peritel Mainkan Harga Tabung dan Gas Oksigen

Saat ini pengecer dan toko alat kesehatan sedang kehabisan stok tabung oksigen lantaran oleh lonjakan pembelian tabung oksigen oleh perorangan.

Jatim Optimistis Sabet 136 Medali Emas di PON XX Papua
Indonesia
Jatim Optimistis Sabet 136 Medali Emas di PON XX Papua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur optimistis bisa menyabet 136 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, 2-15 Oktober 2021 mendatang.