KPK Periksa Pejabat Bappenas Terkait Korupsi PT Dirgantara Indonesia Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Deputi Bidang Politik Hukum, Pertahanan dan Keamanan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rizky Ferianto terkait kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia (DI)

Rizky akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka mantan Asisten Direktur Utama PT DI Bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani.

Baca Juga

Korupsi PT DI, KPK Sita Rekening Koran Perusahaan Agen Penjualan Pesawat

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRZ (Irzal Rizaldi Zailani)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (9/7).

Rizky sebelumnya juga pernah diperiksa untuk tersangka Irzal pada Senin (15/6). Saat itu tim penyidik mencecar Rizky mengenai Rapat Umum Pemegang Saham PT Dirgantara Indonesia. Rapat tersebut terutama terkait penentuan mitra penjualan pesawat PT Dirgantara Indonesia.

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Selain Rizky, hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya. Mereka yakni, Manager Penjualan PT DI, Heri Muhamad Taufik Hidayat; Plt Kepala Departemen Kontrak Unit Sekretaris PT DI, Dinah Andriani; dan Direktur Utama PT. Selaras Bangun Usaha, Ferry Santosa Subrata.

"Ketiganya juga diperiksa untuk tersangka IRZ," ujar Ali Fikri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Irzal Rizaldi sebagai tersangka. Keduanya diduga telah melakukan korupsi di PT Dirgantara Indonesia yang merugikan negara senilai Rp 330 miliar.

Baca Juga

KPK Cecar Dirut PT PAL Soal Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden
Indonesia
KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden

Jika tujuannya ingin mengadvokasi kepentingan bangsa demi perbaikan, maka tidak cukup hanya mengumpulkan tokoh-tokoh tua yang sudah tidak punya energi.

Ini Kata Iran Soal Siapa Pemenang Pilpres AS
Dunia
Ini Kata Iran Soal Siapa Pemenang Pilpres AS

Iran tidak peduli tentang siapa yang akan menjadi presiden Amerika Serikat (AS), namun menunggu kebijakan masa mendatang negara itu agar patuh pada hukum dan perjanjian internasional.

Dimulai Sejak Awal Februari, Begini KCI Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Indonesia
Dimulai Sejak Awal Februari, Begini KCI Antisipasi Penyebaran Virus Corona

KCI ikut peduli terhadap pencegahan bahaya virus corona terutama sebagai moda transportasi publik.

Langkah Polisi Tangkap Pengunggah Guyonan Gus Dur Ciderai Demokrasi
Indonesia
Langkah Polisi Tangkap Pengunggah Guyonan Gus Dur Ciderai Demokrasi

"Utamanya para penanggung jawab keamanan wilayah, sehingga Polri mampu berfungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam alam demokrasi," kata Pasang

Ribuan Aparat Jaga Gedung MPR/DPR dari Kepungan Buruh
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Gedung MPR/DPR dari Kepungan Buruh

Kelompok buruh menyampaikan dua tuntutan yaitu menolak Omnibus Law dan PHK dampak COVID-19.

Pulihkan Sektor Wisata, Pemerintah Bakal Gelontorkan Dana Rp3,3 Triliun
Indonesia
Pulihkan Sektor Wisata, Pemerintah Bakal Gelontorkan Dana Rp3,3 Triliun

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan telah menaikkan anggaran penanganan dampak COVID-19 dari Rp677,2 triliun menjadi Rp695,2 triliun yang akan dialokasikan pada pos pembiayaan korporasi serta sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda).

Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone
Indonesia
Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone

Jika tidak diatur dan dikelola secara tepat, maka drone dapat menimbulkan masalah sehingga perlu ada langkah yang harus dilakukan.

[HOAKS atau FAKTA]: Kentutnya Mematikan, Pria Uganda ini "Diburu" Perusahaan Pestisida
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kentutnya Mematikan, Pria Uganda ini "Diburu" Perusahaan Pestisida

Artikel berisikan mengenai kisah pria asal Uganda bernama Joe Rwamirama.

PAN Diprediksi Terbelah Gegara Loyalis Amien Rais
Indonesia
PAN Diprediksi Terbelah Gegara Loyalis Amien Rais

Yang menjadi kekuatan Amien Rais itu pendiri PAN dan juga mantan Ketum Muhammadiyah

Jangan Ketinggalan! Sore Ini Masyarakat Bisa Lihat Konjungsi Merkurius-Venus
Indonesia
Jangan Ketinggalan! Sore Ini Masyarakat Bisa Lihat Konjungsi Merkurius-Venus

Merkurius berjarak 162 juta kilometer dari Bumi sedangkan Venus berjarak 46 juta kilometer dari Bumi