KPK Periksa Keluarga Buron Harun Masiku Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang pengacara Daniel Topan Masiku, Selasa (19/1).

Daniel bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat bekas caleg PDIP Harun Masiku.

Berdasarkan informasi, Daniel merupakan keluarga dari Harun yang setahun ini menyandang status buronan.

Baca Juga:

Kata KPK Soal Kabar Harun Masiku Meninggal Dunia

"Daniel diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HM (Harun Masiku)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Ali belum menjelaskan lebih jauh mengenai materi yang akan didalami penyidik saat memeriksa Daniel Masiku.

Namun, Daniel diduga mengetahui kasus ini karena seseorang yang dimintai keterangan sebagai saksi dianggap mengetahui, melihat atau mendengar rangkaian perbuatan tersangka.

Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj/pri.)
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj/pri.)

Dalam kasus dugaan suap PAW anggota DPR Fraksi PDIP, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI Fraksi PDIP dan Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Baca Juga:

KPK Yakin Buronan Harun Masiku Masih Hidup

Wahyu dan Agustiani telah divonis dalam kasus ini. Mantan komisioner KPU itu divonis enam tahun penjara, sedangkan Agustiani Tio divonis empat tahun penjara. Sementara itu, Saeful Bahri telah divonis satu tahun dan delapan bulan penjara.

Saeful Bahri terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Ketiganya telah dijebloskan ke lapas untuk menjalankan hukuman pidana. (Pon)

Baca Juga:

'Segera Miliki Kalender 2021 Harun Masiku, Limited edition'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Munardo mengakui, pemerintah kewalahan menghadapi virus COVID-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama 10 bulan.

Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemberian sembako oleh pemerintah, hanya buat rakyat senang sesaat

Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Kamis (12/11).

Tak Terdampak COVID-19, Penjualan Hewan Kurban di Yogyakarta Meningkat
Indonesia
Tak Terdampak COVID-19, Penjualan Hewan Kurban di Yogyakarta Meningkat

Pembelian hewan kurban tak hanya datang dari warga Yogyakarta saja. Namun juga dari daerah lainnya.

Anggota DPRD Geram Aksi Tawuran Kerap Terjadi di Jakarta
Indonesia
Anggota DPRD Geram Aksi Tawuran Kerap Terjadi di Jakarta

Aksi tawuran yang sering terjadi di ibu kota khususnya Manggarai, Jakarta Selatan membuat geram anggota DPRD DKI.

Indonesia Butuh Pusat Pengendalian Ancaman Biologi
Indonesia
Indonesia Butuh Pusat Pengendalian Ancaman Biologi

Karena, menghadapi hal tersebut bukanlah masalah mudah

Penghulu Pernikahan Anak Rizieq Dicopot dari Jabatannya Sebagai Kepala KUA Tanah Abang
Indonesia
Penghulu Pernikahan Anak Rizieq Dicopot dari Jabatannya Sebagai Kepala KUA Tanah Abang

Ini demi menghindari penularan COVID-19 dalam melakukan pelayanan

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap

"Hanya butuh waktu 3 jam setelah olah TKP selesai kami berhasil menangkap pelaku Sabtu dini hari," ujar Bambang

Kritikan Ahok Jadi Momentum Perbaikan Internal Kementerian BUMN
Indonesia
Kritikan Ahok Jadi Momentum Perbaikan Internal Kementerian BUMN

pernyataan Ahok dapat digunakan sebagai momentum pembenahan internal Kementerian.

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Dimulai Juli, Gibran Percepat Vaksinasi Guru
Indonesia
Pembelajaran Tatap Muka di Solo Dimulai Juli, Gibran Percepat Vaksinasi Guru

"Vaksinasi guru sangat penting kami lakukan untuk menunjang berlangsungnya pembelajaran tatap muka di Solo," kata Gibran