KPK Periksa Karyawan Waskita Karya Terkait Korupsi Proyek Fiktif Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap karyawan PT Waskita Karya Hendra Herdiana dalam kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap perusahaan pelat merah tersebut.

Hendra bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman.

Baca Juga:

KPK Periksa Dirut Waskita Beton Precast Terkait Korupsi 14 Proyek Fiktif

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka FR (Fathor Rachman),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).

Dalam kasus ini, Fathor dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Logo KPK. Foto: ANTARA
Logo KPK. Foto: ANTARA

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Teranyar KPK menetapkan tiga tersangka baru terkait perkara ini. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga Desi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya Fakih Usman.

Baca Juga:

KPK Periksa Bos Waskita Transjawa Toll Road

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. (Pon)

Baca Juga:

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Keuangan dan SDM Wàskita Wado Energi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Dipanggil DPR Soal Revitalisasi Monas, Gerindra: Bagus Lah
Indonesia
Anies Dipanggil DPR Soal Revitalisasi Monas, Gerindra: Bagus Lah

Pemprov DKI untuk berkoordinasi dengan penggiat seni

Dana Haji Kabarnya Mau Dipakai untuk Tangani COVID-19, Ini Jawaban Kemenag
Indonesia
Dana Haji Kabarnya Mau Dipakai untuk Tangani COVID-19, Ini Jawaban Kemenag

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersumber dari biaya perjalanan ibadah haji (Bipih)

Anak Buah Anies Minta Pengelolan Kafe Jangan Undang Artis Terkenal
Indonesia
Anak Buah Anies Minta Pengelolan Kafe Jangan Undang Artis Terkenal

Karena COVID-19 di Jakarta masih terbilang kasus yang parah

Usai Dicopot, Brigjen Pol Prasetijo Utomo Dipenjara 14 Hari di Sel Khusus
Indonesia
Usai Dicopot, Brigjen Pol Prasetijo Utomo Dipenjara 14 Hari di Sel Khusus

Dia ditahan karena juga masih diperiksa lebih lanjut atas kelakuannya yang dengan tanpa izin pimpinan mengeluarkan surat jalan tersebut.

Anies Masih Bungkam soal Kepgub Izin Reklamasi Ancol
Indonesia
Anies Masih Bungkam soal Kepgub Izin Reklamasi Ancol

"Nanti dijelasinnya lengkap sekalian," kata Anies

Modus Pelaku Jambret, Rampas HP dan Tuduh Korban Menjadi Pelaku
Indonesia
Modus Pelaku Jambret, Rampas HP dan Tuduh Korban Menjadi Pelaku

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, para pelaku didominasi pelajar dan pengangguran.

Begini Ciri Khas Jokowi Pilih Kapolri
Indonesia
Begini Ciri Khas Jokowi Pilih Kapolri

Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid atau Gus Jazil mengatakan, kemungkinan pada hari Rabu (13/1) baru surat presiden (surpres) tentang nama calon Kapolri akan keluar.

 Tak Ingin Asabri Makin Terpuruk, Erick Thohir Copot Dua Direkturnya
Indonesia
Tak Ingin Asabri Makin Terpuruk, Erick Thohir Copot Dua Direkturnya

"Melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-36/MBU/01/2020 tanggal 30 Januari 2020, Menteri BUMN selaku rapat umum pemegang saham memberhentikan dengan hormat Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto dari jabatan direktur

Kasus Jiwasraya, Ahli Jelaskan Direksi Punya Hak Diskresi Ubah Kebijakan Strategi Investasi
Indonesia
Polisi Ungkap Dugaan Sementara Kebakaran SPBU MT Haryono
Indonesia
Polisi Ungkap Dugaan Sementara Kebakaran SPBU MT Haryono

Kebakaran melanda SPBU Pertamina di Jalan Letjen MT Haryono, Tebet Barat, Jakarta Selatan, Selasa (1/12) pukul 11.30 WIB.