KPK Periksa Kakak Buronan Penyuap Nurhadi Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hengky Soenjoto, kakak buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), Hiendra Soenjoto.

Hengky merupakan komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia, anak perusahaan PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) yang dipimpin sang adik.

Baca Juga

KPK Telisik Aset Nurhadi dan Menantunya di SCBD

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka HS (Hiendra Soenjoto)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Tak hanya Hengky, penyidik juga akan memeriksa satu saksi lagi untuk Hiendra. Dia adalah Tania Clarisa Irawan selaku pihak swasta.

Selain memeriksa dua saksi untuk Hiendra, penyidik juga bakal memeriksa dua saksi untuk tersangka Nurhadi, mantan Sekretaris MA. Mereka yakni, Yendra Afrizal (supir) dan Charli Paris Hutagaol (sekuriti).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Baca Juga

Harta Istri Nurhadi Diduga Mengalir ke Pria Lain

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH