KPK Periksa Istri Setnov Terkait Korupsi e-KTP Istri mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (20/11/2017). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Deisti Astriani Tagor terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Deisti akan dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Paulus Tannos (PLS).

Baca Juga

Setnov Jalani Sidang PK, Putrinya Digarap KPK

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PLS (Paulus Tanos)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jumat (30/8).

Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor - SuaraGolkar
Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor - SuaraGolkar

Diketahui, Deisti merupakan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana, perusahaan cangkang Setnov yang memiliki saham mayoritas dari PT Murakabi Sejahtera salah satu konsorsium lelang proyek e-KTP.

Baca Juga

KPK Garap Putra Sulung Setnov Terkait Kasus Korupsi e-KTP

Kemarin berturut-turut penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa putri dan putra Setnov, Dwina Michaela dan Rezha Herwindo. Dia juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos.

Pada sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, sejumlah anggota keluarga Novanto disebut terlibat dalam kasus proyek sejumlah Rp 5,9 triliun itu.

Mereka yang disebut adalah istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor serta kedua anak Novanto yaitu Reza Herwindo dan Dwina Michaela. Pada persidangan itu, keluarga Novanto disebut sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana.

Baca Juga

Sidang PK Setnov Digelar, Pengacara Takut Diomeli Hakim

PT Mondialindo adalah pemilik saham terbesar PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta lelang proyek e-KTP. Dwina Michaella sendiri tercatat sebagai salah satu komisaris dari PT Murakabi sedangkan Rheza Herwindo tercatat sebagai petinggi PT Mondialindo.‎ (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH