KPK Periksa Gubernur Bengkulu Terkait Kasus Suap Benur Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah / Instagram

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster atau benur.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SJT (Suharjito)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (12/1).

Baca Juga

Kasus Suap Benur, Bupati Kaur Bengkulu Mangkir dari Panggilan KPK

Suharjito merupakan tersangka pemberi suap kepada bekas menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Belum diketahui apa yang akan digali penyidik dari Rohidin.

Pada Senin (11/1) kemarin, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Kaur, Bengkulu, Gusril Pausi. Namun, Gusril mangkir atau tidak memenuhi penggilan penyidik lembaga antirasuah.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP, dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sah! Joe Biden Jadi Presiden ke-46 Amerika Serikat
Dunia
Sah! Joe Biden Jadi Presiden ke-46 Amerika Serikat

Politisi Amerika Serikat Joe Biden akhirnya sah menjadi Presiden ke-46 Amerika Serika, setelah bersumpah di Capitol Hill, Washington, DC, Amerika Serikat, Rabu (20/1)

 Sebuah Hotel Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Orang Dalam Pengawasan Corona
Indonesia
Sebuah Hotel Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Orang Dalam Pengawasan Corona

Kementerian BUMN berencana menyulap Hotel Patra Comfort, Jakarta untuk menampung orang dalam pengawasan (ODP) virus corona.

Klaim Status Pasien Positif COVID-19, RS Prima Husada Malang Terkesan Plin-plan
Indonesia
Klaim Status Pasien Positif COVID-19, RS Prima Husada Malang Terkesan Plin-plan

RS Prima Husada mengaku tidak pernah menerima pasien yang diduga terpapar COVID-19.

Jatim dan DKI Pimpin Lonjakan Kasus, Karena Masyarakatnya 'Bandel'
Indonesia
Jatim dan DKI Pimpin Lonjakan Kasus, Karena Masyarakatnya 'Bandel'

Yuri mengingatkan masyarakat untuk memakai masker

Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat
Indonesia
Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat

"Untuk lokasi rumah sakit, kami mohon pengertian saudara-saudara sekalian belum bisa kami informasikan," tegasnya

Kasus Dugaan Subkontraktor Fiktif, KPK Periksa Eks Bupati Wakatobi
Indonesia
Kasus Dugaan Subkontraktor Fiktif, KPK Periksa Eks Bupati Wakatobi

Selain H dan BH, KPK juga bakal memeriksa saksi lainnya

Anies Minta Para Penerima BST Bijak Gunakan Uangnya
Indonesia
Anies Minta Para Penerima BST Bijak Gunakan Uangnya

Besaran BST DKI adalah Rp300 ribu per bulan

Pandemi COVID-19, Desain Produk Ditantang Kedepankan Aspek Kesehatan
Indonesia
Pandemi COVID-19, Desain Produk Ditantang Kedepankan Aspek Kesehatan

Desainer produk industri, tidak hanya berdaya guna tinggi, namun juga sedap dipandang dan mampu memenuhi standar protokol kesehatan.

Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan
Indonesia
Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan

Libur panjang yang bakal berlangsung mulai 28 Oktober mendatang dikhawatirkan memicu jumlah kasus COVID-19.

Yuri Akui Banyak Kasus Positif Corona tak Terungkap ke Publik
Indonesia
Yuri Akui Banyak Kasus Positif Corona tak Terungkap ke Publik

"Kita menyadari sepenuhnya bahwa belum seluruhnya bisa kita temukan. Kemungkinan masih ada yang kasus positif belum teridentifikasi dan berada di tengah kita," kata Yurianto