KPK Periksa Eks Kalapas Sukamiskin dan Suami Inneke Koesherawati Artis Inneke Koesherawati dikerumuni wartawan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 21 Juli 2018. ANTARA.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap eks Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen, beserta ajudannya, Hendri Saputra.

Keduanya bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap jual-beli fasilitas mewah dan perizinan di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung.

"Keduanya diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemberian fasilitas, perizinan, ataupun pemberian lainnya di LP Klas I Sukamiskin," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (7/8).

Selain Wahid dan Hendri, penyidik KPK juga memeriksa dua tersangka lainnya yakni, suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah dan orang kepercayaannya, Andri Rahmat. Namun, keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Inneke Koesherawati
Inneke Koesherawati saat mendampingi suaminya Fahmi Darmawansyah saat menjalani sidang korupsi Bakamla. (Foto: Antara)

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya modus 'jual-beli' fasilitas di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. ‎Dimana, mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, diduga mematok harga mulai Rp200 hingga Rp500 juta untuk para narapidana mendapatkan fasilitas istimewa di Lapas Sukamiskin.

KPK pun telah menetapkan Wahid Husen sebagai tersangka. Tak hanya Wahid, KPK juga telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap jual-beli fasilitas sel, perizinan, serta pemberian lainnya di Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Tiga tersangka tersebut yakni, narapidana kasus korupsi proyek Bakamla, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.

Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Foto: Dok Kanwil Kemenkumham Jabar

Diduga, Wahid Husen menerima suap berupa sejumlah uang dan dua mobil ketika menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018. Uang serta dua unit mobil yang diterima Wahid itu diduga berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa, yang‎ seharusnya tidak diberikan kepada diberikan kepada napi tertentu.

Fahmi Darmawansyah sendiri diduga memberikan suap kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di dalam sel atau kamar tahanannya. Fahmi juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar-masuk Lapas Sukamiskin.

Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu Andri Rahmat dan Hendry Sahputra. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PA 212 Datangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Indonesia
PA 212 Datangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?

Persaudaraan Alumni 212 akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pada (21/2) mendatang.

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

Ini Perkembangan Pencarian Harun Masiku oleh Polri
Indonesia
Ini Perkembangan Pencarian Harun Masiku oleh Polri

Pihak kepolisian terus berusaha menangkap buronan KPK, eks caleg DPR Dapil I Sumatra Selatan dari PDIP Harun Masiku.

KPK Bakal Temui MA Bahas Fenomena Korting Hukuman Koruptor
Indonesia
KPK Bakal Temui MA Bahas Fenomena Korting Hukuman Koruptor

"KPK menghormati independensi itu, tetapi kami kemudian berencana, pimpinan KPK akan menghadap kepada MA untuk membicarakan ini," kata Ghufron

 Polisi Masih Gamang Tindak Kendaraan Pelanggar PSBB
Indonesia
Polisi Masih Gamang Tindak Kendaraan Pelanggar PSBB

Ia pun menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI Jakarta soal sanksi, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Pasal apa yang akan digunakannya nanti.

Vatikan Putuskan Misa Pekan Suci dan Paskah Tanpa Kehadiran Umat
Indonesia
Vatikan Putuskan Misa Pekan Suci dan Paskah Tanpa Kehadiran Umat

Kebijakan diambil Vatikan untuk mencegah penyebaran COVID-19

50 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
50 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas

Sebanyak 50 anggota TNI AD ditetapkan menjadi tersangka penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

 Poresta Surakarta Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Kapolresta: Kita Maksimalkan Pengamanan
Indonesia
Poresta Surakarta Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Kapolresta: Kita Maksimalkan Pengamanan

"Pengamanan seperti biasanya. Tidak ada pengetatan. Kita maksimalkan pengamanan sesuai SOP saja," ujar Andy.

Belasan Mayat dalam Mobil Ditemukan di Wilayah Rawan Kartel Narkoba
Dunia
Belasan Mayat dalam Mobil Ditemukan di Wilayah Rawan Kartel Narkoba

Lokasi penemuan mayat-mayat itu merupakan daerah rawan aktivitas kartel narkoba.

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Merasa Tidak Bersalah
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Merasa Tidak Bersalah

Saat dimintai keterangan polisi, kata dia, pelaku berbelit-belit dan selalu berkilah