KPK Periksa Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso, Rabu (2/9) hari ini.

Budi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia tahun 2007 sampai 2017.

"BS (Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia) pemeriksaan sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Baca Juga:

Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Penyidik juga memanggil satu saksi yakni, Sales Manager PT Abadi Sentosa Perkasa, Andi Sukandi pada hari ini. Andi bakal digali kesaksiannya untuk melengkapi berkas penyidikan Budi Santoso.

Sehari sebelumnya, penyidik telah lebih dulu memeriksa mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia, Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) sebagai tersangka. Dalam kesempatan itu, penyidik ternyata juga memeriksa Irzal dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Budi Santoso.

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Penyidik menggali keterangan Irzal terkait adanya dugaan peran aktif yang bersangkutan dalam proses pembuatan kontrak dengan mitra penjualan. Tak hanya itu, penyidik juga mencecar Irzal soal dugaan penerimaan cashback dari mitra penjualan.

"Tersangka IRZ diperiksa dalam kapasitasnya selaku tersangka dan juga sebagai saksi untuk tersangka BS. Penyidik mengkonfirmasi keterangan yang bersangkutan terkait dengan peran aktif tersangka dalam proses pembuatan kontrak dengan mitra penjualan dan adanya dugaan penerimaan cashback dari mitra penjualan," ujarnya.

Baca Juga:

KPK Garap Eks Bos Keuangan PT Dirgantara Indonesia

KPK sejauh ini baru menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) tahun anggaran 2007-2017. Kedua tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) PT DI, Budi Santoso (BS) dan bekas Direktur Niaganya, Irzal Rinaldi Zailani (IRZ).

Keduanya diduga telah melakukan kontrak kerjasama fiktif dengan sejumlah perusahaan. Atas perbuatannya, kedua mantan petinggi PT DI tersebut diduga telah merugikan negara sebesar Rp205,3 miliar dan 8,65 juta dolar Amerika Serikat atau dengan nilai total keseluruhan Rp330 miliar. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Ringkus 10 Pelaku Penembakan Remaja di Taman Sari
Indonesia
Polisi Ringkus 10 Pelaku Penembakan Remaja di Taman Sari

"Yang diamankan ada 10 orang, 8 di antaranya laki-laki dan dua orang perempuan," lanjutnya.

Terungkap! Ini Dia Wanita yang Tandatangani Surat Penangkapan Munarman
Indonesia
Terungkap! Ini Dia Wanita yang Tandatangani Surat Penangkapan Munarman

Munarman sendiri sudah berstatus tersangka sebelum dilakukan penangkapan

Telkom Dinilai Gagal Lakukan Mitigasi Teknis PPDB Jakarta
Indonesia
Telkom Dinilai Gagal Lakukan Mitigasi Teknis PPDB Jakarta

Simulasi dan ujicoba telah dilakukan oleh Telkom sejak 1 bulan sebelum penyelenggaraan PPDB sampai Kamis tanggal 3 Juni 2021 lalu.

Dua Terduga Teroris Penerima Paket Senjata Ditangkap di Jaktim
Indonesia
Dua Terduga Teroris Penerima Paket Senjata Ditangkap di Jaktim

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali meringkus dua terduga teroris.

Pemprov DKI Wajibkan Tes Antigen ke Warga Masuk Pengungsian Banjir
Indonesia
Pemprov DKI Wajibkan Tes Antigen ke Warga Masuk Pengungsian Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan melaksanakan tes COVID-19 bagi warga yang akan masuk tempat pengungsian banjir.

Ciptakan Regulasi Efektif, Kemensos Sederhanakan 93 Permensos
Indonesia
Ciptakan Regulasi Efektif, Kemensos Sederhanakan 93 Permensos

Salah satu yang disederhanakan adalah terkait program sembako mencakup pelaksanaan program seperti penyaluran, data penerima, agen atau distributor barang.

Berpeluang Lawan Anies di Pilkada DKI, Gibran: Fokus di Solo Dulu
Indonesia
Berpeluang Lawan Anies di Pilkada DKI, Gibran: Fokus di Solo Dulu

Ia menegaskan pihaknya akan fokus Menjadi Wali Kota Solo terlebih dulu dan tidak akan meninggalkan Solo.

Sambangi Kantor PSI, KPK: Tidak ada Jaminan Orang Tidak Korupsi
Indonesia
Sambangi Kantor PSI, KPK: Tidak ada Jaminan Orang Tidak Korupsi

KPK menyambangi kantor DPP PSI di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (16/4).

Tingkat Partisipasi Pilkada Dua Kabupaten di DIY Lampaui Nasional
Indonesia
Tingkat Partisipasi Pilkada Dua Kabupaten di DIY Lampaui Nasional

"Target nasionalkan 77,5 persen. Hanya Kabupaten Sleman yang tidak mencapai target nasional. Sleman hanya 75,5 persen saja," jelas Hamdan

Hasil Tes Swab Keluar, Kapolda Metro: Positif COVID-19 Bukanlah Aib
Indonesia
Hasil Tes Swab Keluar, Kapolda Metro: Positif COVID-19 Bukanlah Aib

Fadil mengaku prihatin lantaran Anies dan Riza terkonfirmasi positif COVID-19