KPK Periksa Edhy Prabowo Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster.

Anak buah Prabowo Subianto itu diperiksa sebagai saksi untuk penyuapnya, Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama, Suharjito. Keduanya telah menyandang status tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga

KPK Garap Dua Petinggi PT ACK Terkait Kasus Edhy Prabowo

Selain Edhy Prabowo, penyidik juga memeriksa tersangka lainnya yakni, Amiril Mukminin. Staf Khusus Edhy Prabowo itu akan diperiksa sebagai saksi untuk bosnya.

"EP (Edhy Prabowo) diperiksa sebagai saksi tersangka SJT (Suharjito). AM (Amiril Mukminin) diperiksa sebagai saksi tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (3/12).

Edhy dan Amril tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 12.50 menggunakan rompi oranye. Namun, keduanya ogah menjawab pertanyaan wartawan seputar kasus yang menjerat mereka.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, salah satunya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, salah satunya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

KPK telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, dua Staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta dan Safri; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Amiril Mukminin selaku pihak swasta serta Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga

KPK Amankan Uang Rp4 Miliar dan 8 Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hotel di Bandung yang Layani Pasien Isoman Dapat Keringanan Pajak
Indonesia
Hotel di Bandung yang Layani Pasien Isoman Dapat Keringanan Pajak

Relaksasi lainnya yakni pengurangan 75 persen terhadap pemohon pengurangan oleh Wajib Pajak

Pendaftaran CPNS Solo Ditutup, Dokter Spesialis sampai Teknisi Komunikasi Minim Pelamar
Indonesia
Pendaftaran CPNS Solo Ditutup, Dokter Spesialis sampai Teknisi Komunikasi Minim Pelamar

Pendaftaran CPNS nasional termasuk Solo awalnya ditutup sampai 21 Juli. Kemudian diperpanjang sampai 26 Juli kemarin.

KPK Periksa Eks Bupati Bulukumba Terkait Kasus Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Periksa Eks Bupati Bulukumba Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Sukri akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jaksa Agung Tegaskan RUU Kejaksaan Usulan Baleg DPR
Indonesia
Jaksa Agung Tegaskan RUU Kejaksaan Usulan Baleg DPR

Setidaknya ada enam urgensi sehingga diperlukan perubahan UU Kejaksaan

Anak Buah Prabowo Nilai Sosok Ini tak Miliki Kapasitas Jadi Menteri Investasi
Indonesia
Anak Buah Prabowo Nilai Sosok Ini tak Miliki Kapasitas Jadi Menteri Investasi

"Baru bisa investasi di Indonesia meningkat, kalau cuma punya track record yang di bawah standar, cuma pengusaha lokal dan (pernah) mimpin HIPMI kayak yang sekarang, mah, ya, wasalam saja, dah," tutup Arief

Ubah Kawasan Zona Merah ke Hijau, Dua Bintara Dapat Tiket Sekolah dari Kapolri
Indonesia
Ubah Kawasan Zona Merah ke Hijau, Dua Bintara Dapat Tiket Sekolah dari Kapolri

Melalui prokes dijaga sehingga zona hijau tetap dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini semakin hari semakin baik

Pembuat Soal Ujian 'Anies Diejek Mega' Minta Maaf, Mengaku Khilaf
Indonesia
Pembuat Soal Ujian 'Anies Diejek Mega' Minta Maaf, Mengaku Khilaf

Ia juga menyampaikan maaf pada Gubernur Anies Baswedan

Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Yakin KPK Transparan dan Profesional
Indonesia
Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Yakin KPK Transparan dan Profesional

Jokowi yakin KPK bekerja secara profesional dan transparan. Dia juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Ditlantas Polda Metro Minta Pengadaan 50 Kamera Tilang ke Pemprov DKI
Indonesia
Ditlantas Polda Metro Minta Pengadaan 50 Kamera Tilang ke Pemprov DKI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengajukan pengadaan 50 kamera tilang elektronik ke Pemprov DKI.

Selama Bersandar di Babel, KRI Semarang-594 Produksi 41 Tabung Oksigen Ukuran 6m3
Indonesia
Selama Bersandar di Babel, KRI Semarang-594 Produksi 41 Tabung Oksigen Ukuran 6m3

Kehadiran KRI Semarang-594 sangat membantu Kabupaten Belitung dalam menghadapi dan melewati krisis oksigen