KPK Periksa Dua Direktur PT PLN Terkait Suap Sofyan Basir Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN, ‎Syamsul Huda dan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN, Machnizon.

Dua petinggi di perusahaan plat merah itu akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama nonaktif PT. PLN Sofyan Basir dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK
Gedung Merah Putih KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Keempatnya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, Sekjen Golkar, Idrus Marham, dan Dirut PT PLN, Sofyan Basir.

Eni, Kotjo, dan Idrus telah divonis ‎bersalah dalam perkara tersebut. Eni dan Kotjo telah dieksekusi karena putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus, masih dalam proses upaya hukum banding.

Sedangkan Sofyan Basir belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tinggal Sofyan Basir yang masih dalam proses penyidikan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir, melambaikan tangan saat meninggalkan Gedung KPK setelah diperiksa terkait dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1, di Jakarta, Jumat (20/7). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aa

Sofyan diduga bersama-sama atau membantu Eni Saragih dan Idrus Marham menerima suap dari Johannes B. Kotjo. Pemberian uang tersebut, ditenggarai bermuara pada kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH