KPK Periksa Dua Anak Anggota DPR Hasan Aminuddin Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang menjerat anggota DPR nonaktif Hasan Aminuddin.

Dalam mengusut kasus itu, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Zulmi Noor Hasani dan Dini Rahmania, hari ini. Keduanya dikabarkan merupakan anak kandung Hasan Aminuddin dari istri pertamanya, Dian Prayuni.

Hasan telah menyandang status tersangka bersama dengan istrinya, Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari (PTS).

Zulmi Noor Hasani dan Dini Rahmania bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pengurus Yayasan Hati yang merupakan milik Hasan Aminuddin.

Baca Juga:

KPK Pindahkan 18 Tahanan Kasus Suap Probolinggo ke Surabaya

Zulmi Noor Hasani merupakan Wakil Ketua Yayasan Hati. Sedangkan Dini Rahmania menjabat sebagai Bendahara di Yayasan Hati.

Selain Zulmi Noor Hasani dan Dini Rahmania, penyidik juga memanggil 11 saksi lainnya yakni seorang mahasiswi Hayu Kinanthi Sekar Maharani; petani Abdul Wasik Hannan; pensiunan Polri Hasani; Kadis PUPR Probolinggo Hengki Cahjo Saputra; Direktur CV Atsil Hidayah, Taufik Hidayat.

Kemudian, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Probolinggo Dr Anang; Kabid Pelayanan Perizinan Terpadu Saiful Farid Cahyono Bhakti; pihak swasta Suryadi; dua pegawai negeri sipil (PNS) Abdul Bari dan Absir Wahyudi; serta PPK Dinas Pendidikan Probolinggo Edi Karyawan.

"Hari ini pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, dan TPPU untuk tersangka PTS. Pemeriksaan dilakukan Polres Probolinggo Kota," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (25/11).

Baca Juga:

KPK Telusuri Aset Bupati Probolinggo Tidak Tercantum LHKPN

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, Hasan Aminuddin (HA) yang merupakan anggota DPR RI sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan kepala desa (kades) di Probolinggo.

KPK juga menetapkan 20 orang lainnya yang mayoritas para calon kepala desa sebagai tersangka. Adapun, 20 orang tersangka lainnya itu yakni, Sumarto; Ali Wafa; Mawardi; Mashudi; Maliha; Mohammad Bambang; Masruhen.

Kemudian, Abdul Wafi; Kho'im; Akhmad Saifullah; Jaelani; Uhar; Nurul Hadi; Nuruh Huda; Hasan; Sahir; Sugito; Samsuddin; Doddy Kurniawan; serta Muhamad Ridwan. Mereka adalah ASN di Probolinggo.

Dalam perkara suapnya, Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana diduga mematok harga sekira Rp 20 juta ditambah upeti penyewaan tanah kas desa Rp 5 juta per hektare, untuk jabatan kepala desa di Probolinggo.

Hasan dan Puput meminta uang suap dari para calon kepala desa melalui camat atau pejabat desa. KPK berhasil menyita uang Rp 362,5 juta saat OTT yang diduga merupakan suap dari para calon kepala desa untuk Puput Tantriana dan Hasan.

Setelah dilakukan proses penyidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan gratifikasi dan TPPU Puput Tantriana Sari bersama-sama suaminya, Hasan Aminuddin. KPK kemudian menjerat keduanya sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan TPPU. (Pon)

Baca Juga:

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Probolinggo Nonaktif Puput Tantriana

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Ringkus Sindikat Pencuri Laptop yang Libatkan Oknum Ojol
Indonesia
Polisi Ringkus Sindikat Pencuri Laptop yang Libatkan Oknum Ojol

Akun ojol ini kemudian digunakan tersangka RF untuk menerima orderan

Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari
Indonesia
Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari

"Di awal tahun ini terasa, daerah-daerah yang biasanya kalau banjir tergenang tiga-empat hari, sekarang kurang dari satu hari sudah kering," pungkasnya.

PSI-PDIP Gulirkan Hak Interpelasi Formula E, Tiga Hal Ini Bakal Ditanyakan ke Anies
Indonesia
PSI-PDIP Gulirkan Hak Interpelasi Formula E, Tiga Hal Ini Bakal Ditanyakan ke Anies

Pemprov DKI telah membayar fee Rp 560 miliar untuk Formula E

Satgas BLBI Telah Sita Aset Obligor Setara Rp 20 Triliun
Indonesia
Satgas BLBI Telah Sita Aset Obligor Setara Rp 20 Triliun

Mahfud menegaskan, akan terus fokus mengembalikan hak negara serta akan terus mengejar aset obligor atau debitur.

DPR Segera Bentuk Pansus Kelangkaan Minyak Goreng
Indonesia
DPR Segera Bentuk Pansus Kelangkaan Minyak Goreng

Pemerintah menghitung kebutuhan minyak goreng secara nasional rata-rata 300 hingga 330 juta liter, tetapi sudah didistribusikan lebih dari 500 juta liter.

Selama Dua Hari, Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Naik
Indonesia
Selama Dua Hari, Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Naik

Kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa (30/11), kasus aktif naik 17 pasien dan hari ini bertambah 20 kasus.

Herman Deru Bangga Keluarga Alm Akidi Tio Donasi Rp 2 Triliun untuk Sumsel
Indonesia
Herman Deru Bangga Keluarga Alm Akidi Tio Donasi Rp 2 Triliun untuk Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memberikan apresiasi kepada keluarga Almarhum Akidi Tio atas sikap dermawannya karena turut membantu penanganan COVID-19 di Bumi Sriwijaya.

PPKM Level 3 Nataru, Polri Dirikan Posko di Seluruh Pintu Tol
Indonesia
PPKM Level 3 Nataru, Polri Dirikan Posko di Seluruh Pintu Tol

Para pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat kelengkapan seperti ijin dari lingkungan, surat vaksin dan swab antigen, akan diminta melakukan tes cepat COVID-19.

PSI Gulirkan Hak Interpelasi ke Anies yang Ngotot Gelar Formula E
Indonesia
PSI Gulirkan Hak Interpelasi ke Anies yang Ngotot Gelar Formula E

Partai Solidaritas Indonesia bakal menggulirkan hak interpelasi DPRD DKI terhadap Gubernur Anies Baswedan terkait kegiatan perhelatan mobil balap Formula E.

Pesan Legislator Demokrat di HUT ke-76 TNI
Indonesia
Pesan Legislator Demokrat di HUT ke-76 TNI

Anton berharap, agar di usia ke 76 TNI dapat meningkatan kualitas pemahaman peran, fungsi dan tugas sebagai sistem pertahanan dan keamanan rakyat.