KPK Periksa Dirut Waskita Beton Precast Terkait Korupsi 14 Proyek Fiktif Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan‎ terhadap Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana terkait kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap perusahaan plat merah itu.

Jarot bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

Baca Juga

KPK Buka Peluang Periksa Dirut Jasa Marga Terkait Korupsi 14 Proyek Waskita Karya

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (28/1).

Dalam perkembangan penyidikan, KPK tengah menelusuri aliran dana kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap perusahaan BUMN ini. Penyidik lembaga antirasuah menelusuri para pejabat Waskita Karya maupun pihak lain yang kecipratan atau turut diperkaya dari korupsi ini.

Gedung KPK
Gedung KPK. Foto: ANTARA

Penelusuran aliran dana ini penting lantaran kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar ini telah merugikan keuangan negara yang nilainya ditaksir mencapai Rp 186 miliar.

Baca Juga

Korupsi 14 Proyek Fiktif, KPK Garap Direktur Keuangan Waskita Karya

Dalam kasus ini, Fathor dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Baca Juga

Korupsi 14 Proyek Fiktif, Direktur Keuangan Waskita Karya Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting. Dokumen-dokumen terkait proyek yang digarap PT Waskita Karya itu disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi beberapa waktu lalu, salah satunya rumah Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani.

Diketahui, sebelum menjabat sebagai Dirut Jasa Marga, Desi merupakan Direktur Operasi I PT Waskita Karya. Meski rumahnya telah digeledah dan sejumlah dokumen penting telah disita, tim penyidik belum memeriksa Desi sebagai saksi terkait kasus ini. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Efek Perang As VS Iran Terhadap Indonesia
Indonesia
Efek Perang As VS Iran Terhadap Indonesia

Alto menjelaskan, mayoritas warga Iran, adalah muslim Syiah, sementara warga Indonesia didominasi oleh muslim Sunni.

 Agus Rahardjo Akui Diperiksa Pengawas Internal KPK
Indonesia
Agus Rahardjo Akui Diperiksa Pengawas Internal KPK

"Itu kasusnya sudah lama, di bulan Juli saya diperiksa oleh internal KPK," kata Agus usai jumpa pers Kinerja KPK 2016-2019 di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (17/12).

DFW Indonesia Sambut Positif Menteri Edhy Setop Ekspor Benih Lobster
Indonesia
DFW Indonesia Sambut Positif Menteri Edhy Setop Ekspor Benih Lobster

Regulasi terkait larangan ekspor benih lobster, kepiting dan rajungan, nanti yang bakal dievaluasi

LIPI Prediksi Sebagian Kegiatan Usaha Hanya Bertahan Kurang 3 Bulan
Indonesia
LIPI Prediksi Sebagian Kegiatan Usaha Hanya Bertahan Kurang 3 Bulan

COVID-19 juga berdampak 35 persen usaha mandiri tanpa pendapatan dan 28 persen pendapatan menurun hingga 50 persen

Update COVID-19 Rabu (24/6): 49.009 Positif, 19.658 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (24/6): 49.009 Positif, 19.658 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.113 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

 Meski Ekonomi Sulit, Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah Wajib Dapat THR
Indonesia
Meski Ekonomi Sulit, Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah Wajib Dapat THR

"Memang kasihan bagi mereka yang menjadi tenaga honorer. Baik di kementerian maupun guru di sekolah-sekolah. Kasihan nasib mereka," kata Ujang

Penangkapan Komisioner KPU Bukan Pengalihan Isu Munculnya Nama Firli di Sidang Korupsi
Indonesia
Penangkapan Komisioner KPU Bukan Pengalihan Isu Munculnya Nama Firli di Sidang Korupsi

Dugaan korupsi komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Bupati Sidoarjo Siaful Ilah tersebut sama sekali tak berhubungan dengan penyebutan nama Firli.

 Dibatalkan Jadi Dirut TJ Karena Kasus Penipuan, Donny: Anies Tidak Salah
Indonesia
Dibatalkan Jadi Dirut TJ Karena Kasus Penipuan, Donny: Anies Tidak Salah

"Jadi sebenarnya Pemprov dan pak Gubernur tidak salah. Bukan beliau bukan tidak telaten atau tidak teliti. Memang tidak ada yang dilanggar. Prosesnya kan ada persyaratannya dan itu masuk semua," sambung Donny.

Turki Tangkap Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi
Dunia
Turki Tangkap Saudara Perempuan Abu Bakr Al-Baghdadi

Turki menangkap Rasmiya Awad, saudara perempuan pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi, di Kota Azaz di Suriah utara.

 Kapolri Jenderal Idham Azis Ancam Pecat Anggotanya yang Terbukti Minta Proyek
Indonesia
Kapolri Jenderal Idham Azis Ancam Pecat Anggotanya yang Terbukti Minta Proyek

"Saya pernah dinas di luar wilayah dia harus kita tindak. Obatnya cuma satu kita tindak. Saya kira kita mencopot 10 atau 15 Kapolres itu tidak goyah organisasi," tegasnya.