KPK Periksa Dirkeu Waskita Karya Terkait Kasus Korupsi Proyek Fiktif Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Keuangan PT Waskita Karya Tbk (Persero) Haris Gunawan. Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero).

Haris Gunawan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS)

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Selain Haris, KPK juga bakal memeriksa saksi lainnya yakni Kasie Logistik Proyek CCWI PT Waskita Karya Ebo Sancoyo, PNS Kementerian PUPR Ditjen Cipta Karya Michael Tiwang, PNS Dinas PU Pemprov DKI Jakarta 2009 - 2011 Riswan Effendi, dan Mantan Dirut PT Jasa Marga Bali Tol Akhmad Tito Karim.

Tim penyidik lembaga antirasuah bakal menggali keterangan para saksi untuk tersangka Yully Ariandi Siregar.

Belum diketahui keterangan apa yang bakal digali oleh penyidik lembaga antirasuah. Namun, belakangan KPK mendalami aliran uang haram terkait proyek fiktif yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk ke rekening bank milik eks Dirut PT Waskita Betin Jarot Subana.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS) dan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II Waskita Karya, Fathor Rachman sebagai tersangka.

Logo KPK. Foto: ANTARA

Fathor Rachman dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Teranyar KPK menetapkan tiga tersangka baru terkait perkara ini. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Perpanjang Operasi Ketupat 2020
Indonesia
Kapolri Perpanjang Operasi Ketupat 2020

COVID-19 sendiri masih berlangsung hingga kini

PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan
Indonesia
PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan

Menurut Mardani, pemerintah jangan mengikuti negara lain.

Total Kasus COVID-19 di AS Capai 4.601.526 dengan 154.002 Kematian
Dunia
Total Kasus COVID-19 di AS Capai 4.601.526 dengan 154.002 Kematian

Jumlah kasus COVID-19 bertambah 58.947 kasus dan tercatat 1.132 kematian baru.

Ketua GP Ansor Anggap Anies Kebanyakan Pencitraan ketimbang Kerja
Indonesia
Ketua GP Ansor Anggap Anies Kebanyakan Pencitraan ketimbang Kerja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai belum serius dalam mengantisipasi terjadinya banjir di ibu kota.

Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Ini
Indonesia
Ikutan Serang Polsek Ciracas, Oknum Prajurit TNI AL Jadi Tersangka
Indonesia
Ikutan Serang Polsek Ciracas, Oknum Prajurit TNI AL Jadi Tersangka

Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak enam prajurit TNI AL ditetapkan sebagai tersangka, sementara dari matra TNI AU masih dalam pemeriksaan.

50 Persen Lebih Kasus COVID-19 di Indonesia Disumbang 20 Kota Besar
Indonesia
 Jelang Muktamar Muhammadiyah, UMS Bangun Gedung Edutorium Rp280 Miliar
Indonesia
Jelang Muktamar Muhammadiyah, UMS Bangun Gedung Edutorium Rp280 Miliar

Sofyan menjelaskan, pembangunan gedung Edutorium yang menelan anggaran lebih dari Rp280 miliar tersebut saat ini mencapai progres 95 persen. Gedung tersebut diperkirakan bisa menampung 10.000-12.000 orang.

RS Khusus COVID-19 di Pulau Terpencil Ditargetkan Rampung 28 Maret
Indonesia
RS Khusus COVID-19 di Pulau Terpencil Ditargetkan Rampung 28 Maret

Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 42%

LPSK Pastikan Saksi dan Korban Terorisme Mapolsek Daha Dapatkan Perlindungan
Indonesia
LPSK Pastikan Saksi dan Korban Terorisme Mapolsek Daha Dapatkan Perlindungan

Keluarga korban telah menyampaikan permohonan perlindungan secara langsung kepada tim LPSK yang sedang melakukan kunjungan.