KPK Periksa Dedi Mulyadi Terkait Kasus Dugaan Suap Banprov Indramayu Anggota DPR RI Dedi Mulyadi. (ANTARA/Istimewa)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi pada Rabu (4/8).

Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (Banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Baca Juga

KPK Diminta Awasi Program Laptop Pelajar, Komisi III: Karena Jumlahnya Besar

Mantan Bupati Purwakarta ini akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara dengan tersangka anggota DPRD Jawa Barat, Ade Barkah Surahman.

"Hari ini (4/8) pemeriksaan TPK suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 untuk saksi tersangka ABS dkk," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Rabu (4/8).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/HO-Humas KPK)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/HO-Humas KPK)

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2014-2019 dan 2019-2024 Ade Barkah Surahman serta Anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2014-2019 Siti Aisyah Tuti Handayani.

Ade diduga menerima Rp 750 juta dari seorang pihak swasta bernama Carsa ES.

Sementara, Siti diduga menerima uang sebesar Rp 1,05 miliar dari Abdul Rozak Muslim. Uang itu diduga merupakan bagian dari Rp 9,2 miliar yang diterima Rozak dari Carsa.

Uang itu diduga diberikan agar Ade dan Siti memastikan proposal pengajuan dana bantuan keuangan provinsi Jabar untuk kegiatan peningkatan jalan kepada pihak Dinas PUPR Indramayu diperjuangkan oleh Ade selaku wakil ketua DPRD Provinsi Jabar dan Rozak selaku anggota DPRD Provinsi Jabar. (Pon)

Baca Juga

KPK Limpahkan Berkas Perkara RJ Lino ke Pengadilan Tipikor Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Punya Kekuatan Tekan Myanmar Perjelas Nasib Muslim Rohingya
Indonesia
Indonesia Punya Kekuatan Tekan Myanmar Perjelas Nasib Muslim Rohingya

Indonesia dapat mengimbau kepada negara lain untuk melakukan upaya serupa

Kasus Penabrak dengan Todong Senjata di Duren Sawit Berakhir Damai
Indonesia
Kasus Penabrak dengan Todong Senjata di Duren Sawit Berakhir Damai

Untuk kasus kepemilikan senjata api oleh MFA tidak dihentikan. Polisi sendiri telah menetapkan MFA sebagai tersangka terkait ini.

Tempat Tidur Pasien COVID-19 di RSUP Fatmawati Ditambah
Indonesia
Tempat Tidur Pasien COVID-19 di RSUP Fatmawati Ditambah

Atom tak merinci jumlah tenaga relawan yang bertugas di rumah sakit khusus COVID tersebut

LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI

LPSK mengimbau agar publik mempercayakan kepada kepolisian untuk memproses kasus tersebut

Demo Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Polisi Sekat Buruh di Tangerang
Foto
Demo Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Polisi Sekat Buruh di Tangerang

Aparat Kepolisian dan personil Brimob POLRI melakukan penyekatan kepada massa buruh yang ingin melakukan unjuk rasa menolak penetapan RUU Cipta Kerja oleh DPR di perbatasan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang, Banten

Polda Metro Jaya Segera Panggil Manajemen Jakmania
Indonesia
Polda Metro Jaya Segera Panggil Manajemen Jakmania

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto mengatakan, pemeriksaan manajemen Jakmania baru sebatas sebagai saksi saja.

TNI AL Siapkan Angkat KRI Nanggala Pakai Balon Udara
Indonesia
TNI AL Siapkan Angkat KRI Nanggala Pakai Balon Udara

Karena ini lebih dalam dari kapal selam San Juan

Polda Metro Jaya Amankan 115 Kendaraan Angkut Pemudik
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan 115 Kendaraan Angkut Pemudik

Sebanyak 115 kendaraan diamankan polisi karena digunakan untuk mengangkut pemudik

PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras
Indonesia
PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang Perpres tersebut. Menurutnya, pasal-pasal dalam perpres tersebut sangat potensial menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.