KPK Periksa Corporate Secretary HM Sampoerna Terkait Suap Garuda Pesawat Garuda Indonesia menunggu jadwal take-off. (Foto : garuda-indonesia.com)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Corporate Secretary (Corsec) and Legal PT HM Sampoerna Tbk, Ike Andriani dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Ike akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Hadinoto Soedigno.

Baca Juga:

Pelaku Suap Garuda-Rolls Royce Ditengarai Lebih dari Dua Orang

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (15/12).

Tak hanya Ike, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa pejabat dan mantan pejabat Garuda Indonesia lainnya.

Beberapa di antaranya, Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Iwan Joeniarto; VP Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia Hengki Heriandono serta pegawai Bank Danamon yang juga mantan EVP Human Capital & Corp. Supp. Services PT Garuda Indonesia, Heriyanto Agung Putra.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Seperti halnya Ike Andriani,etiga pejabat dan mantan pejabat PT Garuda Indonesia ini juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hadinoto Soedigno.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 2007-2012 Hadinoto Soedigno tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Keduanya diduga menerima suap dari Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo yang juga pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Soetikno juga dijerat sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga:

KPK Tetapkan Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar Tersangka Pencucian Uang

Soetikno diduga memberi Rp 5,79 miliar kepada Emirsyah untuk pembayaran rumah di Pondok Indah, USD 680 ribu dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan apartemen milik Emirsyah di Singapura.

Sedangkan untuk Hadinoto, Soetikno memberi USD 2,3 juta dan EUR 477 ribu yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura. Selain dijerat tersangka suap, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jrx Akhirnya Mau Jalani Rapid Tes COVID-19, Bagaimana Hasilnya?
Indonesia
Jrx Akhirnya Mau Jalani Rapid Tes COVID-19, Bagaimana Hasilnya?

Suami Nora Alexandra tersebut ditahan di Rutan Mapolda Bali

Terkait WNI di Tiongkok, Berikut Imbauan MUI kepada Pemerintah
Indonesia
Terkait WNI di Tiongkok, Berikut Imbauan MUI kepada Pemerintah

MUI juga mengimbau seluruh masyarakat agar menaati anjuran pemerintah melalui "travel warning" ke negara-negara terpapar corona.

Gatot dan Din Syamsudin Diminta Siapkan Bantuan Hukum untuk Petinggi KAMI yang Ditangkap
Indonesia
Gatot dan Din Syamsudin Diminta Siapkan Bantuan Hukum untuk Petinggi KAMI yang Ditangkap

Gatot-Din harus siapkan pengacara terbaik dan berani untuk membantu mereka-mereka yang ditangkap.

Polisi Tangkap Admin Facebook Grup STM se-Jakarta Hasut Berbuat Anarkis saat Demo UU Ciptaker
Indonesia
Polisi Tangkap Admin Facebook Grup STM se-Jakarta Hasut Berbuat Anarkis saat Demo UU Ciptaker

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkapi sejumlah admin facebook grup STM se-Jakarta.

Normalisasi Kali Sunter, Pemprov DKI Beli 12 Bidang Lahan di Cipinang Melayu
Indonesia
Normalisasi Kali Sunter, Pemprov DKI Beli 12 Bidang Lahan di Cipinang Melayu

Ia pun membantah uang yang digunakan dari anggaran PEN

Doni Monardo Telepon Anies dan Riza Patria, Gegara Acara Rizieq?
Indonesia
Doni Monardo Telepon Anies dan Riza Patria, Gegara Acara Rizieq?

Doni berharap dengan kerja sama yang baik antara pusat dan daerah

Gerindra: Kebijakan Nadiem Bikin Gaduh
Indonesia
Gerindra: Kebijakan Nadiem Bikin Gaduh

Menteri Nadiem dan para pejabat di lingkungan Kemendikbud harus dievaluasi

Ratusan Ribu Guru Honor Dapat Subsidi Gaji Rp600 Ribu
Indonesia
Ratusan Ribu Guru Honor Dapat Subsidi Gaji Rp600 Ribu

Satgas PEN berupaya mendorong agar penyerapan anggaran subsidi mencapai Rp100 triliun hingga akhir kuartal III.

Positif COVID Bertambah Drastis, Fadli Zon Kritik Pemerintah
Indonesia
Positif COVID Bertambah Drastis, Fadli Zon Kritik Pemerintah

"Indeks kematian tenaga medis, posisi Indonesia adalah yang terburuk di dunia. Jika penanganan COVID-19 masih berlangsung seperti sekarang," kata Fadli.

Panlih Pastikan 2 Cawagub DKI Lolos Persyaratan Administrasi
Indonesia
Panlih Pastikan 2 Cawagub DKI Lolos Persyaratan Administrasi

"Dokumen administrasi dari bapak Riza Patria dari Gerindra, seluruhnya juga sudah memenuhi persyaratan," ungkap dia.