KPK Periksa Bos Waskita Transjawa Toll Road Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR), Sapto Santoso dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Mantan Dirut PT Waskita Beton Precast itu akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Fathor Rachman.

Baca Juga

KPK Periksa Dirut Waskita Beton Precast Terkait Korupsi 14 Proyek Fiktif

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR, (Fathor Rahman)" kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Selain Sapto, KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, mantan Pegawai Divisi II PT Waskita Karya, Samsul Purba, Direktur PT Hamada Dayateknindo, Asep Setiawan. Kemudian, Kepala Divisi Infra III PT Waskita, Aris Mujiono dan seorang pegawai PT Waskita Karya, Nur Utomo.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)

Belum diketahui apa yang akan digali KPK dari pemeriksaan para pegawai PT Waskita Karya tersebut. Belakangan, KPK intens memanggil serta memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini. Diduga, KPK sedang melakukan pengembangan serta mencari tersangka baru dalam kasus ini.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Baca Juga

Bongkar Kongkalikong 14 Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Korek 2 Pekerja

Kedua pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

Fathor dan Ariandi diduga telah menunjuk empat perusahaan sub kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Empat perusahaan sub kontraktor yang telah ditunjuk Ariandi dan Fathor tidak mengerjakan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Namun, PT Waskita Karya tetap melakukan pembayaran terhadap empat perusahaan sub kontraktor tersebut.

Selanjutnya, perusahaan-perusahan sub-kontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Baca Juga

Jual Dua Ruas Tol ke Investor Hong Kong, Waskita Raih Divestasi Rp2,5 Triliun

Diduga, telah terjadi kerugian keuangan negara sekira Rp186 miliar. Perhitungan kerugian keuangan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya epada perusahaan-perusahaan sub kontraktor pekerjaan fiktif.

Atas perbuatanya, dua pejabat PT Waskita Karya itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
COVID-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong
Indonesia
COVID-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong

Pencegahan COVID-19 harus dilakukan secara gotong royong mulai dari pemerintah pusat sampai ke desa, ke tingkat RT/RW, dan di keluarga.

Perkara TPPU Pembiayaan PT Danareksa, Kejagung Garap Dirkeu PT Evio Sekuritas
Indonesia
Sempat Diamankan, Jurnalis MerahPutih.com Dibebaskan
Indonesia
Sempat Diamankan, Jurnalis MerahPutih.com Dibebaskan

Jurnalis MerahPutih.com, Ponco Sulaksono dibebaskan dari Polda Metro Jaya

Pemprov DKI Dikritik, Pekerja Terdampak COVID-19 Tak Kunjung Dapat Bantuan
Indonesia
Pemprov DKI Dikritik, Pekerja Terdampak COVID-19 Tak Kunjung Dapat Bantuan

Jutaan jiwa keluarga miskin di kota Jakarta, saat ini belum juga mendapat bantuan sosial

Hampir Seribu Personel Gabungan Jaga Demo Mahasiswa Aliansi BEM SI
Indonesia
Hampir Seribu Personel Gabungan Jaga Demo Mahasiswa Aliansi BEM SI

Pengamanan ini meliputi seluruh gedung DPR/MPR.

PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Perayaan Imlek dan Cap Go Meh
Indonesia
PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

PKB, kata dia, akan terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita Gus Dur tersebut dan akan selalu memastikan Pancasila dan kebhinekaan tetap tegak kokoh di Bumi Pertiwi Indonesia.

Datangi Laboratorium Penanganan COVID-19, Wagub DKI Peringatkan Tak Ada Main Harga Swab Test
Indonesia
Datangi Laboratorium Penanganan COVID-19, Wagub DKI Peringatkan Tak Ada Main Harga Swab Test

Ahmad Riza Patria meninjau Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta dan Rumah Sakit (RS) Yarsi di Cempaka Putih.

PT KAI Catat Kenaikan Jumlah Penumpang KA Reguler di Masa New Normal
Indonesia
PT KAI Catat Kenaikan Jumlah Penumpang KA Reguler di Masa New Normal

Joni menekankan, meski di tengah pandemi, KAI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.

Subsidi Belum Dicabut Kok Harga Gas Elpiji 3 Kg di Medan Naik?
Indonesia
Subsidi Belum Dicabut Kok Harga Gas Elpiji 3 Kg di Medan Naik?

Menurut Risna, meski kecewa karena harga jual mahal, dia terpaksa membeli karena memang membutuhkannya.

Bantu Penanganan COVID-19, Bank DKI Ajak Warga DKI Jakarta Berdonasi
Indonesia
Bantu Penanganan COVID-19, Bank DKI Ajak Warga DKI Jakarta Berdonasi

bantuan dapat disalurkan melalui mekanisme transfer antar bank, transfer antar rekening, QR Code JakOne Mobile dan QRIS.