KPK Periksa Artalyta Suryani, Kasus Apa? Artalyta Suryani diperiksa KPK. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pemilik PT Bukit Alam Surya, Artalyta Suryani alias Ayin memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi tersangka eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Diketahui, pada pemanggilan sebelumnya Ayin sempat mangkir dari panggilan penyidik lembaga antirasuah. Ayin mendatangi gedung KPK sekira pukul 11.06 WIB, Rabu (13/9).

Ayin bakal dimintai keterangannya terkait dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional (BDNI).

Ayin mengaku kedatangannya ini merupakan penjadwalan ulang, dari panggilan yang telah dilayangkan KPK pada Selasa (5/9). "Iya (penjadwalan ulang)," kata Ayin singkat.

Rekan Sjamsul Nursalim itu tak mau memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemeriksaan dirinya. Ayin juga tak mau menanggapi saat ditanya soal sosok Syafruddin Temenggung.

"Nanti," ujar Ayin sambil bergegas memasuki lobi Gedung KPK.

Diketahui, Ayin merupakan terpidana kasus suap ke jaksa Kejaksaan Agung, Urip Tri Gunawan pada 2008 silam. Ayin divonis lima tahun bui.

Uang suap yang diserahkan Ayin kepada Urip, yang merupakan Ketua Tim Penyelidikan kasus BLBI Sjamsul Nursalim, sebesar Rp 6 miliar.

Suap tersebut diberikan di rumah Sjamsul Nursalim di Jalan Terusan Hang Lekir II WG 9, Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Suami Ayin, Surya Dharma merupakan salah satu bos PT Gajah Tunggal Tbk. Perusahaan produsen ban itu dikendalikan oleh Sjamsul Nursalim. Ayin sudah lama mengenal Sjamsul Nursalim saat tinggal di Lampung.

Ayin sendiri sudah pernah diperiksa pada akhir Mei 2017 lalu. Saat memenuhi pemeriksaan penyidik KPK, Ayin tak mau memberikan komentar terkait kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI untuk Sjamsul Nursalim

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah melayangkan surat panggilan untuk Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim pada 25 Agustus 2017, namun mereka berdua mangkir. Penyidik juga sempat memanggil Syafruddin Temenggung, namun juga mangkir.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, KPK baru menetapkan Syafruddin Temenggung sebagai tersangka. Dia diduga merugikan negara hingga Rp 3,7 triliun akibat menerbitkan SKL BLBI ke Sjamsul Nursalim. (Pon)

Baca juga berita terkait korupsi SKL BLBI di: Tersangka Kasus SKL BLBI Syafruddin Temenggung Dicekal Enam Bulan



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH