KPK Periksa Anggota DPR Asal PDIP Terkait Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Hugua. Dia diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero).

Mantan Bupati Wakatobi itu akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi (Kadiv) II Waskita Karya, Fathor Rachman dan Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Fathor Rahman) dan FU (Fakih Usman)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (10/11).

Baca Juga

POSPERA Tuntut Anak Buah Erick Thohir Minta Maaf

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka yakni, Fathor Rachman, Fakih Usman, mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar, mantan Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, dan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana.

Fathor Rachman dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Baca Juga

Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Temuan BPK, PNS DKI Kembalikan Kelebihan Pembayaran Gaji
Indonesia
Jadi Temuan BPK, PNS DKI Kembalikan Kelebihan Pembayaran Gaji

BPK menemukan kelebihan pembayatan gaji dan tunjangan kinerja daerah (TKD) pada PNS yang telah wafat atau pensiun pada 2020 dengan jumlah Rp 862,7 juta.

Firli Buka Diklat Bela Negara Bagi 18 Pegawai Tak Lulus TWK KPK
Indonesia
Firli Buka Diklat Bela Negara Bagi 18 Pegawai Tak Lulus TWK KPK

16 pegawai akan mengikutinya secara langsung

Pemerintah Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif Nakes COVID-19
Indonesia
Pemerintah Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif Nakes COVID-19

Bahkan, dukungan anggaran untuk sektor kesehatan ditingkatkan

Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram
Dunia
Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram

Mobil tersebut menyelonong masuk ke plasa Masjidil Haram.

Percepat Vaksinasi, Walkot Surabaya Minta Sinergitas Ditingkatkan
Indonesia
Percepat Vaksinasi, Walkot Surabaya Minta Sinergitas Ditingkatkan

Eri Cahyadi juga meninjau warga yang donor darah dan donor plasma konvalesen di Grand City Surabaya.

DKI Surati Kemendikbud Ristek Tanyakan Data 25 Klaster PTM di Jakarta
Indonesia
DKI Surati Kemendikbud Ristek Tanyakan Data 25 Klaster PTM di Jakarta

Pemprov DKI kemungkinan akan tetap menambah jumlah sekolah yang ikut dalam PTM

Mabes Polri Sebut Kasus Abu Janda Tak Dihentikan
Indonesia
Mabes Polri Sebut Kasus Abu Janda Tak Dihentikan

Abu Janda dianggap mengejek mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai

PPATK Duga Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Libatkan Ribuan Orang dan Korporasi
Indonesia
PPATK Duga Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Libatkan Ribuan Orang dan Korporasi

Temuan angka tersebut tercatat bukan hanya perputaran uang dalam negeri, melainkan juga transaksi uang keluar-masuk dari luar negeri

Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol
Indonesia
Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol

Kementerian Perhubungan bakal menerbitkan surat edaran

Anak Buah Yasonna: Abu Bakar Ba'asyir Bebas 8 Januari
Indonesia
Anak Buah Yasonna: Abu Bakar Ba'asyir Bebas 8 Januari

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir bakal menghirup udara bebas pada 8 Januari 2021.