KPK Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Azis Syamsuddin Bekas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus penanganan perkara di Lampung Tengah yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Hari ini, 8 Oktober 2031, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah, untuk tersangka AZ (Azis Syamsuddin)," kata Plt Juru Bicara Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Baca Juga

KPK Janji Bakal Usut Tuntas 8 Orang Dalam Azis Syamsuddin

Ali mengatakan, ketiga saksi itu yakni pegawai negeri sipil (PNS) Syamsi Roli, karyawan BUMN Neta Emilia, dan staf Bank Mandiri Bandar Jaya Fajar Arafandi.

"Pemeriksaan dilakukan di Aula Polretabes Bandar Lampung, Polda Lampung," ujar Ali.

Azis Syamsuddin menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Azis diduga mencoba menghubungi mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat Politikus Partai Golkar Aliza Gunado dan dirinya di KPK.

Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di gedung KPK (Ist)
Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di gedung KPK (Ist)

Robin meminta uang ke Azis untuk membantunya menutup perkara di KPK. Robin dibantu Pengacara Maskur Husain dalam melancarkan aksinya.

Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali. Uang yang diberikan yakni USD100 ribu, SGD17.600, dan SGD140.500.

Uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp 3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awalnya, Azis harus memberikan Rp 4 miliar untuk menutup kasus. (Pon)

Baca Juga

ICW Desak Dewas Periksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penerbangan Manado-Bali Kembali Dibuka Oktober 2022
Indonesia
Penerbangan Manado-Bali Kembali Dibuka Oktober 2022

PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi (Samrat) menyatakan, siap melayani penerbangan langsung Manado-Bali pada awal Oktober 2022.

2 RT di DKI Micro Lockdown Buntut Masuk Zona Merah COVID
Indonesia
2 RT di DKI Micro Lockdown Buntut Masuk Zona Merah COVID

RT tersebut dilakukan micro lockdown guna menekan penyebaran COVID-19

Tarif Bus AKAP di Kampung Rambutan Naik Seiring Penaikan Harga BBM
Indonesia
Tarif Bus AKAP di Kampung Rambutan Naik Seiring Penaikan Harga BBM

Hal ini terlihat di Terminal Kampung Rambutan. Perusahaan Bus menaikkan harga tiket sejak Minggu (4/9), atau sehari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.

Rayakan HUT ke-77 RI, PDIP Bawa-Bawa Target Cetak 3 Kali Berturut Menang Pemilu
Indonesia
Rayakan HUT ke-77 RI, PDIP Bawa-Bawa Target Cetak 3 Kali Berturut Menang Pemilu

Marilah kita jalankan tugas sejarah bangsa. Kita berjuang untuk memenangkan Pemilu 2024, menang tiga kali berturut-turut.

Berikan Anugerah, Dewan Pers Ajak Warga Apresiasi Anak Bangsa Berprestasi
Indonesia
Berikan Anugerah, Dewan Pers Ajak Warga Apresiasi Anak Bangsa Berprestasi

Nuh mengingatkan, pada tahun-tahun mendatang kompleksitas sosial akan semakin cepat dibandingkan kompleksitas pemahaman sehingga dibutuhkan wartawan yang menguasai salah satu spesialis.

Bamsoet Sebut Kawasan Ancol Paling Tepat Jadi Sirkuit Formula E
Indonesia
Bamsoet Sebut Kawasan Ancol Paling Tepat Jadi Sirkuit Formula E

Semua keputusan penentuan lokasi akan ditentukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta Formula E Operations (FEO).

Lebih dari 6 Juta Orang Indonesia Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Lebih dari 6 Juta Orang Indonesia Terinfeksi COVID-19

Total kasus positif corona sejak awal pandemi sampai saat ini menjadi 6.001.751 kasus.

37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Indonesia
37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia.

Uni Eropa Kerahkan Pasukan Siber dan Bekukan Aset Politisi Rusia
Indonesia
Uni Eropa Kerahkan Pasukan Siber dan Bekukan Aset Politisi Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin tekkah mengakui "kemerdekaan" dua wilayah di Donbass, Ukraina timur yang berbatasan dengan Rusia.

[HOAKS atau FAKTA]: Permen Yupi Terbuat Dari Kulit Babi
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Permen Yupi Terbuat Dari Kulit Babi

Disinformasi tersebut sudah beredar sejak tahun 2018 dan terus diproduksi oleh oknum tidak bertanggung jawab.