KPK Pegang Bukti Aliran Suap Mengalir ke Menteri Agama Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin tiba di Gedung KPK (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan memiliki bukti kuat keterlibatan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Aliran suap untuk Lukman bakal diungkap jaksa penuntut KPK dalam sidang.

"Di dakwaan kami sudah susun sedemikian rupa dan sebut siapa saja pihak-pihak yang terkait di sana, nanti satu persatu akan dibuktikan dalam proses persidangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (11/6).

BACA JUGA: KPK Sita Duit Haram di Laci Menteri Agama, Jokowi Berikan Restu

Febri mengatakan KPK tak mempersoalkan bantahan Lukman. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sebelumnya membantah terlibat apalagi menerima uang terkait jual beli jabatan sebagaiman tertuang dalam dakwaan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

"Silakan saja (membantah), yang pasti tentu kami sudah punya informasi yang kami pandang cukup sampai kemudian JPU menuangkan itu ke dalam dakwaan," ujar Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Bahkan untuk memperkuat bukti dugaan ini, kata Febri, orang nomor satu di Kemenag itu akan dihadirkan dalam sidang. Termasuk, saksi dan bukti lain yang memperjelas ihwal aliran uang haram untuk Lukman tersebut.

"Tentu menag juga akan dihadirkan sebagai saksi atau pihak-pihak lain atau bukti-bukti lain di mana KPK bisa menyimpulkan ada dugaan penerimaan uang itu tentu juga akan dihadirkan di persidangan," tutup mantan aktivis ICW itu.

BACA JUGA: Fadli Zon Sindir Menteri Agama Lukman Hakim Kapan Mundur

Dalam dakwaan Haris Hasanuddin, jaksa menyebut Lukman sebagai salah satu pihak yang kecipratan uang haram jual beli jabatan di Kemenag. Lukman disebut menerima Rp70 juta yang diberikan secara bertahap masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta.

Nama Lukman memang kerap disebut ikut terlibat dalam kasus ini. Lukman diduga menerima aliran uang dari sejumlah pihak terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.

Penerimaan uang ini diakui Lukman dan sudah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, pelaporan gratifikasi itu ditolak karena perkara suap jual beli jabatan di Kemenag sudah naik ke tahap penyidikan.

Dugaan Lukman menerima aliran suap ini pertama kali mencuat setelah penyidik menyita uang sebesar Rp180 juta dan USD30 ribu dari ruang kerja Lukman. Uang itu dipastikan KPK berkaitan dengan perkara.

BACA JUGA: KPK Telusuri Aliran Duit Rp10 Juta ke Menteri Agama Lukman Hakim

Dalam kasus ini, Haris dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi diduga telah menyuap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut. (Pon)

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH