KPK Pastikan Usut Dugaan Aliran Suap Rahmat Effendi, Termasuk ke Partai Golkar Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mengusut dugaan aliran uang suap yang diterima Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Termasuk dugaan aliran uang yang mengalir ke Golkar, partai tempat pria yang karib disapa Pepen itu bernaung.

"Apakah uang mengalir ke parpol? Saya mengatakan sampai hari ini belum terungkap. Tapi KPK tidak pernah berhenti," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1).

Baca Juga:

Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Firli menambahkan, tim penyidik bakal menelusuri pihak-pihak yang diduga turut menikmati uang suap yang diterima Walkot Bekasi dua periode itu.

"Tapi pada prinsipnya KPK bekerja dengan bukti permulaan yang cukup dan kecukupan bukti," ujar Firli.

KPK menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemkot Bekasi, Jawa Barat. Selain Pepen, lembaga antirasuah juga menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka.

Baca Juga:

OTT Wali Kota Bekasi, KPK Sita Uang Rp 5 Miliar

Adapun delapan tersangka lainnya yakni, Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Pepen. (Pon)

Baca Juga:

KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tersangka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
IM57+ Institute Buka Suara Terkait Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri
Indonesia
IM57+ Institute Buka Suara Terkait Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri

Menanggapi hal itu, Indonesia Memanggil 57 Institute (IM57+ Institute) pun buka suara

Menkumham Ingatkan Anak Buahnya tak Alergi Dikritik
Indonesia
Menkumham Ingatkan Anak Buahnya tak Alergi Dikritik

Ia meminta seluruh jajarannya jangan bersifat defensif terhadap kritikan masyarakat.

24 Paskibraka Siap Upacara Kemerdekaan di Kantor Anies
Indonesia
24 Paskibraka Siap Upacara Kemerdekaan di Kantor Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 24 pelajar Pasukan Pengibar Bendera Pusaka untuk upacara hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2021.

Kewajiban Tes PCR Bagi Calon Penumpang Pesawat Dinilai Kontraproduktif
Indonesia
Kewajiban Tes PCR Bagi Calon Penumpang Pesawat Dinilai Kontraproduktif

Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama menganggap aturan itu kontraproduktif dengan tujuan bersama membangkitkan perekonomian.

Legislator Sebut Pernyataan Edy Mulyadi Mengusik Harga Diri Masyarakat Kalimantan
Indonesia
Legislator Sebut Pernyataan Edy Mulyadi Mengusik Harga Diri Masyarakat Kalimantan

Pernyataan Edy Mulyadi terkait Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menuai kritik.

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Asabri Digelar Besok
Indonesia
Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Asabri Digelar Besok

"Bahwa perkara Asabri sudah dilimpahkan ada 8 berkas (8 terdakwa), sidang pertama akan dilangsungkan pada Senin, 16 Agustus 2021," kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/8).

Satgas BLBI Telah Sita Aset Obligor Setara Rp 20 Triliun
Indonesia
Satgas BLBI Telah Sita Aset Obligor Setara Rp 20 Triliun

Mahfud menegaskan, akan terus fokus mengembalikan hak negara serta akan terus mengejar aset obligor atau debitur.

Zelenskyy Pecat Jaksa Agung dan Kepala Dinas Keamanan
Indonesia
Zelenskyy Pecat Jaksa Agung dan Kepala Dinas Keamanan

Kedua pejabat tinggi itu dipecat karena banyak pejabat di kantor mereka telah bersekongkol dengan Rusia.

Indikator Politik Dua Kali Simulasikan Cawapres Potensial, Anak Buah Prabowo Paling Moncer
Indonesia
Indikator Politik Dua Kali Simulasikan Cawapres Potensial, Anak Buah Prabowo Paling Moncer

Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 2-6 November 2021

Rapimnas Gerindra Bahas Rekomendasi Capres
Indonesia
Rapimnas Gerindra Bahas Rekomendasi Capres

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Irfan Yusuf Hasyim mengatakan pada Rapimnas besok akan mendengarkan rekomendasi dari DPD terkait calon presiden (capres) usungan partai tersebut untuk Pemilu 2024.