KPK Pastikan Terus Usut PT Jhonlin Haji Isam meski Satu Truk Bukti Dibawa Kabur Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan langkah-langkah penyidikan tidak terganggu meski ada pihak yang membawa kabur bukti satu truk milik PT Jhonlin Baratama. KPK menegaskan semua pihak yang terlibat kasus dugaan suap perpajakan takkan lolos, terutama pihak di perusahaan milik Haji Isam itu.

"Terkait dengan perkara suap berarti ada si penerima suap dan ada pemberi suap. Si pemberi suap kami telah tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami tahan, artinya cukup bukti," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/8).

Jenderal bintang tiga itu tak terlalu mempersoalkan barang bukti satu truk PT Jhonlin Baratama yang dibawa kabur. Pasalnya, KPK sudah mengamankan bukti permulaan yang cukup.

Baca Juga:

Besok Dewas KPK Gelar Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Etik Lili Pintauli

"Hal ini adalah pegangan dari penyidik untuk bekerja," jelas dia.

Dengan bukti permulaan itu, Firli meyakini bisa membuat terang perkara suap tersebut. Salah satunya mengembangkan lewat dua tersangka, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) Angin Prayitno Aji dan konsultan pajak PT Jhonlin Baratama Agus Susetyo.

"Sekarang kalau tersangkanya sudah ada, berarti kmai cukup buktinya. Sudah ada maka kami lakukan penahanan," kata Firli.

Diketahui, KPK menetapkan Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak periode 2016-2019 serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Tak hanya itu, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations; Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin; dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Angin bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga memeriksa pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Dalam menjalankan tugasnya itu, Angin dan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodasi jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Tak hanya itu, pemeriksaan perpajakan yang dilakukan keduanya juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak itu, Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Baca Juga:

KPK Ingatkan Ancaman Pidana Pihak Lindungi Buronan Harun Masiku

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap sebesar SGD 500 ribu yang diserahkan Veronika Lindawati selaku perwakilan PT Bank Pan Indonesia Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar.

Kemudian pada kurun waktu Juli-September 2019, kedua penyelenggara negara itu diduga menerima suap sebesar total SGD 3 juta dari Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama. (Pon)

Baca Juga:

436 Pegawai KPK Terpapar COVID-19, 10 Orang Meninggal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rangkaian Kedatangan dan Pemakaman Putra Ridwan Kamil
Indonesia
Rangkaian Kedatangan dan Pemakaman Putra Ridwan Kamil

masyarakat diperkenankan untuk bertakziah pada hari Minggu mulai pukul 23:00 hingga Senin pukul 08:00 WIB.

36 Orang Ditangkap Buntut Sidang Banding Rizieq Shihab
Indonesia
36 Orang Ditangkap Buntut Sidang Banding Rizieq Shihab

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan menolak banding Rizieq Shihab dan memperkuat vonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memvonisnya empat tahun penjara.

Konglomerat Sjamsul Nursalim Cicil Utang Rp 150 Miliar ke Negara
Indonesia
Konglomerat Sjamsul Nursalim Cicil Utang Rp 150 Miliar ke Negara

Satgas yang dibentuk pemerintah itu telah menerima pembayaran utang sebesar Rp 150 miliar dari konglomerat Sjamsul Nursalim.

Dipecat Firli Bahuri, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasi Goreng
Indonesia
Dipecat Firli Bahuri, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasi Goreng

Juliandi Tigor Simanjuntak merupakan mantan Fungsional Biro Hukum KPK

Proyek Gibran Bikin Malioboro Solo Ditolak Pedagang
Indonesia
Proyek Gibran Bikin Malioboro Solo Ditolak Pedagang

Langkah membuat mega proyek destinasi wisata unggulan Malioboro Solo 2022 tak berjalan mulus.

Kasus Kematian Novia, Bripda Randy Dipecat dari Polri
Indonesia
Kasus Kematian Novia, Bripda Randy Dipecat dari Polri

"Hasil putusannya adalah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Kamis (26/1).

Pelita Air Buka Rute Layanan Baru Jakarta - Yogyakarta
Indonesia
Pelita Air Buka Rute Layanan Baru Jakarta - Yogyakarta

Pelita Air ikut serta mengisi penyediaan transportasi udara menuju Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas.

Ke Jatim, Jokowi Resmikan 2 Bendungan di Trenggalek dan Bojonegoro
Indonesia
Ke Jatim, Jokowi Resmikan 2 Bendungan di Trenggalek dan Bojonegoro

Pemerintah pusat, membangun empat bendungan di Provinsi Jawa Timur pada 2021. Bendungan Tukul telah diresmikan oleh Jokowi pada 14 Februari 2021.

Instrumen Pajak Karbon Terus Disempurnakan di Tengah Risiko Global
Indonesia
Instrumen Pajak Karbon Terus Disempurnakan di Tengah Risiko Global

Pemerintah terus menguatkan upaya penanggulangan perubahan iklim dalam rangka melaksanakan komitmen jangka pendek, menengah, dan panjang.

Ketimbang Anies, Sandi Uno Berpotensi Bikin Kejutan di Pilpres 2024
Indonesia
Ketimbang Anies, Sandi Uno Berpotensi Bikin Kejutan di Pilpres 2024

Berbeda dengan Anies Baswedan yang hanya didukung oleh basis-basis tertentu saja.