KPK: Novel Baswedan Akan Jalani Operasi Tambahan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa Novel Baswedan yang masih dirawat di Singapura akan menjalani operasi tambahan oleh dokter ahli dari Inggris.

"Terkait kondisi kesehatan Novel Baswedan penyidik KPK yang saat ini masih dirawat di Singapura. Jadi, ada rencana pekan depan akan dilakukan operasi tambahan dengan mendatangkan dokter ahli dari Inggris," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/2).

Sebelumnya, seperti dilansir Antara, dokter yang menangani Novel di Singapura mendiagnosa sekitar 95 persen bagian mata kiri Novel rusak akibat serangan pada dengan air keras pada 11 April 2017 tersebut.

"Memang operasi yang sebelumnya ada perlambatan pertumbuhan di selaput mata kirinya dari dua kali yang diambil dari gusi itu. Jadi, ini operasi selanjutnya yang akan dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan yang ada di selaput matanya sebelah kiri," kata Yuyuk.

Seperti diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Antisipasi Jaga Kinerja Ekspor-Impor di Tengah Wabah Virus Corona
Indonesia
Pemerintah Antisipasi Jaga Kinerja Ekspor-Impor di Tengah Wabah Virus Corona

Sementara ini jalan impor dari Tiongkok belum ada kendala

Korban Banjir di Bendungan Hilir Sudah Dievakuasi
Indonesia
Korban Banjir di Bendungan Hilir Sudah Dievakuasi

Saat ini, sudah ada lima perahu karet dari Krimum, Brimob, Sabhara dan Polres yang sudah disiagakan.

7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja
Indonesia
7 Hari Beruntun, Gerakan Buruh Jakarta Gelar Demo Tuntut Batalkan UU Cipta Kerja

Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Di Tengah Wabah Corona, Anies Lantik 7 Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov DKI
Indonesia
Di Tengah Wabah Corona, Anies Lantik 7 Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov DKI

Anies meminta amanah yang diemban oleh tujuh pejabat yang baru dilantik tersebut mampu bergerak cepat dalam berinovasi untuk mengatasi tantangan pandemi COVID-19.

Warga Depok Kena Virus Corona di Jakarta, Tertular Sejak Februari?
Indonesia
Warga Depok Kena Virus Corona di Jakarta, Tertular Sejak Februari?

Perempuan Jepang yang menulari 2 WNI positif corona berkunjung ke Indonesia awal Februari

Pakar Sebut Puncak COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu Kasus
Indonesia
Pakar Sebut Puncak COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu Kasus

Wiku memprediksi bahwa angka terjangkit corona di Indoensia akan mulai menurun selepas bulan Mei

PKS Usul PT Parlemen Dinaikkan Jadi 5 Persen
Indonesia
PKS Usul PT Parlemen Dinaikkan Jadi 5 Persen

Fraksi PKS ingin menyajikan lebih banyak pilihan calon pemimpin nasional bagi rakyat

Ini Pandangan Muhammadiyah-NU Soal Pancasila Menurut Hasil Penelitian UI
Indonesia
Ini Pandangan Muhammadiyah-NU Soal Pancasila Menurut Hasil Penelitian UI

Peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU mengenai Pancasila tersebut sekaligus menjadi kritik dan perlawanan atas upaya-upaya kelompok tertentu.

Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri
Indonesia
Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri

Tubagus menerangkan sejumlah fakta pendukung yang menguatkan Yodi Prabowo bunuh diri.

Jokowi Kesal Kena Macet di Jalanan, Polisi: Maklum Banyak Acara
Indonesia
Jokowi Kesal Kena Macet di Jalanan, Polisi: Maklum Banyak Acara

Gatot Eddy Pramono mengklarifikasi soal keluhan Presiden Joko Widodo tentang kemacetan jalanan di Jakarta.