KPK Ngotot Ingin Bekas Komisioner KPU Wahyu Dicabut Hak Politik KPK (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan memori Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas perkara dugaan suap PAW anggota DPR dengan terdakwa eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

"Tim JPU KPK Senin (28/12) telah menyerahkan memori kasasi Terdakwa Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fredelina kepada MA melalui PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (29/12).

Baca Juga:

Diksi "Siap Mainkan" Bukti Kejahatan Korupsi Wahyu Setiawan Dilakukan Terencana

KPK berharap MA mengabulkan seluruh permohonan Jaksa yang tertuang dalam memori Kasasi. Salah satunya untuk mencabut hak politik Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio yang tak dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dalam putusan banding.

"Harapan kami tentu Majelis Hakim tingkat Kasasi dapat mengabulkan seluruh permohonan JPU KPK diantaranya terkait pencabutan hak politik atas diri Terdakwa," ujar Ali.

Dalam putusannya, PT DKI mengabulkan banding Jaksa KPK dan menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara terhadap Wahyu Setiawan.

Namun, PT DKI tidak menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik terhadap Wahyu dan Agustiani seperti yang dituntut Jaksa Penuntut KPK.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu Setiawan.

Komisioner KPK Wahyu Setiawan. (Foto: Antara)
Komisioner KPK Wahyu Setiawan. (Foto: Antara)

Majelis Hakim menyatakan Wahyu bersama-sama Agustiani telah menerima suap dari kader PDIP Saeful Bahri agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui PAW menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Sementara Agustiani dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Selain suap terkait pengurusan PAW Anggota DPR, dalam putusannya Majelis Hakim menyatakan Wahyu Setiawan terbukti bersalah telah menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025.

Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Dalam dakwaan Jaksa KPK, uang itu disebut berasal dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. (Pon)

Baca Juga:

Penyidik KPK Geledah Kantor KPU Cari Bukti Pidana Wahyu Setiawan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Positif COVID-19, Wali Kota Bandung Oded Danial Bertugas Secara Daring
Indonesia
Positif COVID-19, Wali Kota Bandung Oded Danial Bertugas Secara Daring

Oded menyatakan dirinya bakal tetap bertugas secara daring dibantu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana serta Sekretaris Daerah Ema Sumarna dan seluruh jajaran aparatur sipil negara.

TNI-AL Kerahkan Kekuatan Penuh dalam Pencarian Penumpang Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
TNI-AL Kerahkan Kekuatan Penuh dalam Pencarian Penumpang Sriwijaya Air SJ 182

Sebanyak 80 penyelam dari TNI AL masih mencari jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga hari ini.

Pekan Suci Paskah, Umat Hendak Masuk ke Katedral Dibatasi dan Diperiksa
Indonesia
Pekan Suci Paskah, Umat Hendak Masuk ke Katedral Dibatasi dan Diperiksa

Polsek Sawah Besar memberikan imbauan kepada umat yang menjalankan ibadah tatap muka di Gereja Katedral, Pasar Baru, khususnya yang membawa kendaraan.

Update COVID-19 Jumat (22/1): Pasien Sembuh Berjumlah Nyaris Sentuh 800 Ribu
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (22/1): Pasien Sembuh Berjumlah Nyaris Sentuh 800 Ribu

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium

Raffi Ahmad Nekat Pesta Usai Divaksin, Satgas COVID-19 Sentil Peran Influencer
Indonesia
Raffi Ahmad Nekat Pesta Usai Divaksin, Satgas COVID-19 Sentil Peran Influencer

Aksi artis Raffi Ahmad yang mengikuti acara pesta diduga tak patuh protokol kesehatan menuai kritikan.

Gempa Majene, Ketua DPD Minta Pemerintah Pusat Cepat Hadir di Lokasi
Indonesia
Gempa Majene, Ketua DPD Minta Pemerintah Pusat Cepat Hadir di Lokasi

La Nyalla berharap musibah ini bisa segera diatasi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas.

KPK-Polri Berkomitmen Lanjutkan Kerja Sama Pemberantasan Korupsi
Indonesia
KPK-Polri Berkomitmen Lanjutkan Kerja Sama Pemberantasan Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di gedung KPK, Selasa (9/2).

Indonesia Bikin Kelompok Kerja Kerja Sama Ekonomi Dengan Tiongkok
Indonesia
Indonesia Bikin Kelompok Kerja Kerja Sama Ekonomi Dengan Tiongkok

China masih menempati urutan kedua untuk nilai investasi terbesar di Indonesia. Di atas China, Singapura menempati urutan pertama sebagai negara dengan penanaman modal terbesar di Indonesia.

Tak Izinkan Buruh Demo, Polda Metro: Jangan Sampai Jadi Klaster Corona
Indonesia
Tak Izinkan Buruh Demo, Polda Metro: Jangan Sampai Jadi Klaster Corona

Polda Metro Jaya memastikan masih tak mengizinkan adanya aksi unjuk rasa saat PSBB di Jakarta.

Dalam Tiga Bulan Kemenkeu Janji Rampungkan Audit TMII
Indonesia
Dalam Tiga Bulan Kemenkeu Janji Rampungkan Audit TMII

Selain aset BMN, di TMII juga terdapat aset milik daerah dan pihak lain yang berkerja sama dengan Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan TMII (BP3 TMII).