KPK Mulai Usut Dugaan Korupsi Cakada di NTB Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah memulai penyelidikan dugaan korupsi terhadap beberapa calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020. KPK bakal mengawasi jalannya proses Pilkada agar tidak ternodai oleh praktik rasuah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"KPK telah memulai penyelidikan pada beberapa pasangan yang ikut di dalam penyelenggaraan Pilkada ini," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam Pembekalan Cakada Provinsi Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat yang disiarkan virtual, Kamis, (5/11).

Nawawi menambahkan, KPK tak segan menindak para calon kepala daerah yang melakukan korupsi di tengah masa penyelenggaraan Pilkada. Apalagi berkaitan dengan petahana. Karena proses hukum di KPK terus berjalan, tidak akan terbentur dengan agenda Pilkada.

Baca Juga

Beri Penghargaan untuk Gatot Nurmantyo Dinilai Upaya Pemerintah Jinakkan Pengkritiknya

"Kami memastikan bahwa tindakan penyelidikan, penyidikan, penuntutan perkara tindak pidana korupsi dalam situasi apapun terus berlanjut," tegasnya.

Menurut Nawawi, lembaga antirasuah memastikan mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah agar tidak ternodai oleh praktik korupsi. Dia pun menegaskan, KPK selalu melakukan pemantauan pada setiap tahapan Pilkada.

"Kami ingin memastikan bahwa tim KPK terus melakukan pemantauan di tengah penyelenggaraan pilkada ini, terlebih dalam situasi kondisi pandemi seperti kita hadapi bersama ini," imbuhnya.

Tetapi, Nawawi belum mau membuka secara rinci pasangan calon maupun lokasi mana yang tengah dilakukan penyelidikan dalam memantau terselenggaranya Pilkada Serentak 2020. Namun, dia mengaku itu bukan di wilayah Sulawesi Utara.

Saat ditanyakan apakah ada kasus salah satu pilkada di NTB yang diselidiki, Nawawi kembali tidak bersedia membukanya rinci. Yang jelas, kasus ini tak berada di Sulawesi.

"Syukur Alhamdulillah, kalau bisa kami sebutkan, itu ada berada di luar Sulawesi Utara," kata Nawawi.

Sebelumnya, KPK juga kembali mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) untuk kepentingan pilkada. Imbauan ini juga ditujukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Gubernur Zulkiflimansyah.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya terus memantau dana bansos untuk menanggulangi pandemi virus Corona atau Covid-19. Dia menyebut, KPK tidak segan menjerat kepala daerah petahana jika masih berani menggunakan dana bansos untuk Pilkada Serentak 2020.

"Kami ingatkan bahwa hal itu merupakan salah satu bentuk penyimpangan APBD, kalau sampai bansos itu ditempeli atribut-atribut dari calon petahana, itu yang kami ingatkan," kata Alex dalam keterangannya, Rabu (4/11)

Baca Juga

Kuasa Hukum Ungkap Penghasilan Pinangki Selain dari Gaji

Alex tak memungkiri pihaknya sudah menemukan kepala daerah patahana yang menggunakan dana bansos untuk Pilkada. Alex memastikan, tim lembaga antirasuah terus memantau para kepala daerah petahana dengan menggandeng Bawaslu dan KPU. (dka)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Pers Nasional 2021, Menkominfo Bicara Persaingan Media Online dan Sosial
Indonesia
Hari Pers Nasional 2021, Menkominfo Bicara Persaingan Media Online dan Sosial

Masyarakat lebih mempercayai media sosial sebagai kanal informasi yang terpercaya

Kunjungi Ulama Solo, Kapolda Jateng Gagas Pembentukan Ponpes Siaga COVID-19
Indonesia
Kunjungi Ulama Solo, Kapolda Jateng Gagas Pembentukan Ponpes Siaga COVID-19

Inovasi tersebut berupa pembentukan Ponpes Siaga COVID-19 yang akan dibentuk di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Risa Saraswati Setelah Divaksin: Lebih Mengerikan COVID-19 daripada Hantu
Indonesia
Risa Saraswati Setelah Divaksin: Lebih Mengerikan COVID-19 daripada Hantu

Dua selebritis tanah air, Ariel Noah dan Risa Saraswati menjadi bagian dalam program vaksinasi COVID-19 perdana di Bandung, Jawa Barat.

Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB
Indonesia
Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB

"Iya (rem darurat) dan kalau rem darurat itu kita ambil maka semua akan rugi, tapi harus kita ambil demi menyelamatkan rakyat Jakarta," kata Baco

Penyidik KPK Geledah Kantor KKP
Indonesia
Penyidik KPK Geledah Kantor KKP

Gedung Kementerian Kelautan Perikanan digeledah sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

[HOAKS atau FAKTA] Gereja di Italia Dibuka Seluruh Jemaatnya Meninggal karena COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gereja di Italia Dibuka Seluruh Jemaatnya Meninggal karena COVID-19

Bukan di Italia. Gereja itu adalah Salem Baptist Church yang berlokasi di Lake, Mississippi, Amerika Serikat

 Pasien Corona Meninggal Mayoritas 'Berumur' dan Punya Penyakit Kambuhan
Indonesia
Pasien Corona Meninggal Mayoritas 'Berumur' dan Punya Penyakit Kambuhan

"Kalau kemudian kita perhatikan faktor lain maka hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu. Sebagian besar diabet, hipertensi, dan kemudian penyakit jantung kronis.

Halangi Pengejaran Koruptor Suap Mahkamah Agung, KPK Tangkap Ferdy Yuman
Indonesia
Halangi Pengejaran Koruptor Suap Mahkamah Agung, KPK Tangkap Ferdy Yuman

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ferdy Yuman (FY) di Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/1) malam.

Nyali Novel Belum Habis, Jangan Mundur KPK Masih Butuh Jasamu
Indonesia
Nyali Novel Belum Habis, Jangan Mundur KPK Masih Butuh Jasamu

Novel kembali menjadi pemeran utama dalam penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

Alasan Kejagung Langsung Eksekusi Djoko Tjandra Sehari Setelah Ditangkap
Indonesia
Alasan Kejagung Langsung Eksekusi Djoko Tjandra Sehari Setelah Ditangkap

Eksekusi terhadap Djoko Tjandra dilakukan oleh jaksa eksekutor