KPK Masih Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Jasindo Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/HO-Humas KPK)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen penutupan asuransi oil dan gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

Saat ini, KPK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung secara pasti kerugian keuangan negara akibat korupsi di tubuh Jasindo yang kini menjadi anak usaha holding asuransi dan penjaminan BUMN, Indonesia Financial Group (IFG).

"Sampai dengan saat ini masih koordinasi lebih lanjut mengenai penghitungan kerugian negaranya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (28/6).

Baca Juga:

KPK Periksa Bos Asuransi Jasindo Syariah

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Keuangan PT Asuransi Jasindo tahun 2011-2016 Solihah dan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain sebagai tersangka.

Penetapan tersangka terhadap Solihah dan Kiagus merupakan pengembangan dari kasus yang sama yang telah menjerat mantan Dirut Jasindo, Budi Tjahjono. Majelis hakim Pengadilan Tipikor telah menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Budi.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Tak hanya pidana penjara dan denda, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 6 miliar dan USD 462.795 dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan saat proses penyidikan sebesar Rp 1 miliar.

Majelis hakim menyatakan, Budi Tjahjono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama sejumlah pihak lain melakukan korupsi terkait pembayaran kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam asuransi minyak dan gas di BP Migas atas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tahun 2010-2012 dan 2012-2014 yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 16 miliar.

Baca Juga:

KPK Tahan Bekas Petinggi Jasindo

Sambil menunggu proses penghitungan kerugian keuangan negara, Ali menekankan, penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Solihah dan Kiagus Emil Fahmy Cornain masih terus berjalan.

Hingga saat ini, kata Ali, tim penyidik telah memeriksa sekitar 38 saksi dan masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya. Selain itu, tim penyidik juga telah memeriksa ahli.

"Penyidikan perkara tersebut masih terus dilakukan pada tahap penyelesaian pemberkasan perkara," kata Ali. (Pon)

Baca Juga:

KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT Jasindo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pakar Sarankan KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E
Indonesia
Pakar Sarankan KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E

Bukan mencari-cari bukti untuk menemukan bahwa itu peristiwa pidana

Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Berantas Pinjol Ilegal
Indonesia
Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Berantas Pinjol Ilegal

Perintah Kapolri merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan pinjol.

Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?
Indonesia
Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?

Elektabilitas Puan jauh di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Luhut Klaim Elon Musk Tertarik dengan Industri Nikel di Indonesia
Indonesia
Luhut Klaim Elon Musk Tertarik dengan Industri Nikel di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO Tesla Elon Musk.

Nataru, Pengawasan Prokes Ketat Dilakukan di Tempat Wisata
Indonesia
Nataru, Pengawasan Prokes Ketat Dilakukan di Tempat Wisata

Bakal ada sejumlah kegiatan diusulkan dilarang pelaksanaanya saat periode libur Natal dan Tahun Baru.

RS DKT Solo Tetap Buka Pelayanan Terapi 'Cuci Otak' ala Terawan
Indonesia
RS DKT Solo Tetap Buka Pelayanan Terapi 'Cuci Otak' ala Terawan

Danrem 074 Warastratama, Kolonel Inf Achiruddin mengatakan Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi Solo tetap membuka pelayanan terapi metode digital subtraction angiography (DSA) atau yang lebih dikenal dengan terapi ‘cuci otak’ di tengah munculnya keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Divonis 3 Tahun Enam Bulan Penjara, Azis Syamsuddin: Saya Pikir-pikir Yang Mulia
Indonesia
Divonis 3 Tahun Enam Bulan Penjara, Azis Syamsuddin: Saya Pikir-pikir Yang Mulia

"Dengan putusan yang telah dijatuhkan kepada saya, saya akan pikir-pikir Yang Mulia," kata Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/2).

UU TPKS Berlaku, Momentum Polri Kembangkan Direktorat PPA
Indonesia
UU TPKS Berlaku, Momentum Polri Kembangkan Direktorat PPA

Bareskrim Mabes Polri bakal memperbanyak direktorat di kesatuannya. Langkah ini dilakukan setelah Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) disahkan menjadi Undang-Undang.

[HOAKS atau FAKTA] Pesawat Garuda Indonesia Jatuh di Bandara Iran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pesawat Garuda Indonesia Jatuh di Bandara Iran

Tangkapan layar yang berasal dari sebuah video tersebut berasal dari permainan X-Plane 11 Flight Simulator

Komnas HAM Serahkan Rekomendasi TWK ke Presiden Jokowi
Indonesia
Komnas HAM Serahkan Rekomendasi TWK ke Presiden Jokowi

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyerahkan rekomendasi terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).