KPK Limpahkan Berkas Penyidikan AKP Robin ke Pengadilan Tipikor Jakarta Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

MerahPutih.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dengan demikian, penyidik KPK asal Polri itu akan segera menjalani sidang kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

Baca Juga

Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp 500 Juta dari Walkot Cimahi

"Jaksa KPK Heradian Salipi (2/9) telah selesai melimpahkan berkas perkara terdakwa Stephanus Robin Pattuju dan terdakwa Markus Husein ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (3/9).

g  Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ali mengatakan saat ini penahanan kedua terdakwa tersebut menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta. KPK saat ini masih menunggu penetapan majelis hakim serta jadwal sidang perdana para terdakwa.

"Penahanan para Terdakwa telah sepenuhnya menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," ujarnya.

Dalam perkara ini, Robin diduga telah menerima suap sekitar Rp 1,3 miliar dari Walkot Tanjungbalai Syahrial.

Suap diberikan agar Robin bisa membantu supaya penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang menjerat Syahrial tidak ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh KPK. (Pon)

Baca Juga

KPK Dalami Sejumlah Pertemuan Walkot Tanjungbalai dengan Eks Penyidik Robin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo
Indonesia
Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo

"Sehingga meresahkan Masyarakat Adat Manggarai Barat," kata Petrus

Polisi Masih Buru Penyebar Video Asusila Mirip Artis
Indonesia
Polisi Masih Buru Penyebar Video Asusila Mirip Artis

Polda Metro Jaya mencari pemilik atau admin akun media sosial yang menjadi salah satu penyebar secara masif video asusila dengan pemeran yang mirip penyanyi GA.

Satpol PP Tutup Kafe Langgar Aturan Jam Malam di Tanah Abang
Indonesia
Satpol PP Tutup Kafe Langgar Aturan Jam Malam di Tanah Abang

Petugas menemukan tempat usaha tersebut masih melanggar protokol kesehatan (prokes) di tengah masa PPKM dan meningginya kasus COVID-19.

Sah! RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2021
Indonesia
Sah! RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Karena RKUHP merupakan 'carry over' atau peralihan dari periode DPR 2014-2019, maka yang akan dibahas hanya pasal-pasal yang belum tuntas

Pimpinan DPR Sebut Gerakan Pembebasan Papua Barat Perlu Diproses Hukum
Indonesia
Pimpinan DPR Sebut Gerakan Pembebasan Papua Barat Perlu Diproses Hukum

Azis juga mengutuk klaim ULMWP pimpinan Benny Wenda

Pimpinan DPR Yakin PPKM Efektif dan Efisien Turunkan Kasus COVID-19
Indonesia
Jakarta Turun ke Level 3, Anies Ancang-ancang Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Jakarta Turun ke Level 3, Anies Ancang-ancang Sekolah Tatap Muka

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku bersyukur dengan keputusan pemerintah pusat yang menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di ibu kota dari Level 4 ke Level 3.

Disdukcapil Banyuwangi Cetak Dokumen Penduduk Huruf Braille
Indonesia
Disdukcapil Banyuwangi Cetak Dokumen Penduduk Huruf Braille

Inovatif, Kabupaten Banyuwangi menerbitkan dokumen kependudukan dengan huruf Braille untuk para tunanetra

Jokowi Tetapkan Komponen Cadangan di Markas Pasukan Khusus Batujajar Bandung
Indonesia
Jokowi Tetapkan Komponen Cadangan di Markas Pasukan Khusus Batujajar Bandung

Sebagai langkah awal, pendidikan dan pelatihan akan dilaksanakan di Pulau Jawa, dengan alokasi sebanyak 2500 orang.

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima, Poros Maritim Dunia di Depan Mata
Indonesia
Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima, Poros Maritim Dunia di Depan Mata

Kalau yang lain-lain tergantung persepsi presiden