KPK Limpahkan Barang Bukti dan Lima Tersangka Korupsi Proyek Waskita Karya Logo KPK. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus korupsi terkait pelaksanaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya ke penuntutan agar dapat segera disidangkan.

"Hari ini, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) selanjutnya penyidik melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam perkara dugaan korupsi terkait pelaksanaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (19/11).

Baca Juga

Tak Pakai Masker, Warga di Gresik Dihukum Gali Kuburan Jenazah COVID-19

Lima tersangka, yaitu mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR) dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU).

Kemudian mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani (DSA), mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Jarot Subana (JS), dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Penahanan lima orang itu selanjutnya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari terhitung sejak 19 November 2020 sampai dengan 8 Desember 2020. Adapun tempat penahanannya di rutan yang sama saat dilakukan penahanan pertama oleh penyidik.

"Dalam waktu 14 hari kerja, JPU akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor. Persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta," ucap Ali.

KPK
Logo KPK

Selain itu, selama proses penyidikan telah diperiksa 215 saksi untuk lima orang itu yang diantaranya sejumlah pejabat dari pihak internal di PT Waskita Karya dan pihak swasta.

Lima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering, dan PT Aryana Sejahtera.

Baca Juga

KPK Tetap Usut Kasus Korupsi Meski Jakarta Terapkan PSBB

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sejumlah Rp202 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratu Belanda Terpikat 'Diplomasi Mawar' Cucu Jokowi
Indonesia
Ratu Belanda Terpikat 'Diplomasi Mawar' Cucu Jokowi

Belanda melaksanakan 1.040 proyek investasi di Indonesia senilai 2,09 miliar dolar AS pada 2019.

  Menkominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Soal Virus Corona
Indonesia
Menkominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Soal Virus Corona

Johnny mengatakan pihaknya belum melakukan upaya hukum kepada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks terkait virus Corona. Saat ini, kata dia, pemerintah lebih mengedepankan upaya persuasif.

DPRD DKI Setuju Sekolah Kembali Dibuka
Indonesia
DPRD DKI Setuju Sekolah Kembali Dibuka

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengapresiasi, rencana ini.

MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

uji materi yang diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) itu diputus pada tanggal 6 Agustus 2020 oleh Hakim Agung Supandi, Yodi Martono Wahyunadi, dan Is Sudaryono.

Relawan Vaksin COVID-19 Bandung Kebal Flu meski Musim Pancaroba
Indonesia
Relawan Vaksin COVID-19 Bandung Kebal Flu meski Musim Pancaroba

Eka Mulyana merasa punya kekebalan tubuh di musim pancaroba dari kemarau ke hujan tahun ini.

Sempat Bertemu Anies yang Positif COVID-19, Kapolda Pastikan Rutin  Swab Test
Indonesia
Sempat Bertemu Anies yang Positif COVID-19, Kapolda Pastikan Rutin Swab Test

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sempat mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta bertemu Anies Baswedan.

Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker
Indonesia
Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker

“Jadi tadi dari WAG grup tadi, tadi dia mengumpulkan uang untuk menyuplai logistik. Itu sudah, baru terkumpul Rp 500 ribu,” kata Argo

 Antisipasi Wabah Corona, Pemkab Indramayu Bentuk Crisis Center Covid-19
Indonesia
Antisipasi Wabah Corona, Pemkab Indramayu Bentuk Crisis Center Covid-19

"Saya minta ada deteksi dan antisipasi terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan COVID-19," katanya.

Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA
Indonesia
Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA

Kebijakan yang sama berlaku juga bagi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MA dan MTs