KPK Lelang Aset Hasil Korupsi Eks Politisi Demokrat M Nazaruddin Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 2,8 miliar hasil tindak pidana korupsi mantan politisi Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Nazaruddin diketahui terjerat dalam kasus korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet pada 2011, serta gratifikasi dan pencucian uang. Dia dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp 4,6 miliar.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Mahfud MD Perintahkan KPK Tangkap Semua Buzzer

"Dengan harga limit Rp 2.816.832.000 dan uang jaminan Rp 600.000.000," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Pelaksanaan lelang ini berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 159/Pid.Sus/TPK/2015/PN.Jkt.Pst tanggal 15 Juni 2016.

"Atas nama terdakwa Muhammad Nazarudin yang berkekuatan hukum tetap," ujar Ali.

Adapun tanah dan bangunan itu seluas 88 meter persegi. Aset itu beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Komplek Sudirman City Squere Blok E 10, Tangkerang Selatan, Pekanbaru, Riau.

Ali juga mengatakan tanah dan bangunan itu dilengkapi satu dokumen asli buku tanah hak milik no 1918 atas nama Nazir Rahmat. Lelang akan dilakukan dengan metode closed bidding yang dapat mengakses melalui www.lelang.go.id.

"Batas Akhir Penawaran pada Rabu, 21 September 2022 pukul 11.15 Waktu Server (sesuai WIB). Tempat Pelaksanaan Lelang di KPKNL Pekanbaru jalan Jenderal Sudirman No. 24, Pekanbaru, Riau," pungkasnya.

Baca Juga:

Korupsi Helikopter AW-101, Eks KSAU Mangkir Panggilan KPK

Seperti diketahui, Nazaruddin sebelumnya divonis dalam dua kasus korupsi berbeda. Pertama, pada 20 April 2012, mantan anggota DPR itu divonis 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dia terbukti menerima suap sebesar Rp 4,6 miliar yang diserahkan mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) Mohammad El Idris kepada dua pejabat bagian keuangan Grup Permai, Yulianis dan Oktarina Fury.

Mahkamah Agung kemudian memperberat hukuman Nazaruddin, dari 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta menjadi 7 tahun penjara dan Rp 300 juta.

Belum selesai menjalani masa hukuman pada kasus pertama, Nazaruddin kembali divonis pada 15 Juni 2016 dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara.

Dalam kasus ini, Nazaruddin terbukti menerima gratifikasi dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek di bidang pendidikan dan kesehatan, yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar. (Pon)

Baca Juga:

KPK Lelang 2 Mobil Mantan Bupati Muara Enim

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pansus BLBI DPD Kembali Panggil Obligor Anthony Salim
Indonesia
Pansus BLBI DPD Kembali Panggil Obligor Anthony Salim

DPD menilai beberapa data jaminan aset BLBI yang saat ini dipegang oleh Satgas tidak semuanya benar dan memiliki banyak indikasi pidana.

Pemerintah Dorong Pertumbuhan Talenta Digital di NTT
Indonesia
Pemerintah Dorong Pertumbuhan Talenta Digital di NTT

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong kelahiran talenta digital di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Bikin Ekonomi Indonesia Membaik
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Bikin Ekonomi Indonesia Membaik

Inflasi IHK akan menuju ke bawah 4 persen setelah efek dasar penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir tahun 2022.

Pengadilan Putuskan Lahan Kebun Binatang Bandung Milik Pemkot
Indonesia
Pengadilan Putuskan Lahan Kebun Binatang Bandung Milik Pemkot

Putusan sidang disampaikan hakim ketua Yohanes Purnomo Adi dengan hakim anggota Riyanto Aloysiusi dan Asep Sumirat Danaatmaja.

KPK Ungkap 15.649 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN
Indonesia
KPK Ungkap 15.649 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

KPK mengungkapkan sebanyak 95,93 persen wajib lapor telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Tiga Wilayah DKI Berpotensi Hujan Disertai Petir, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Tiga Wilayah DKI Berpotensi Hujan Disertai Petir, Masyarakat Diminta Waspada

Seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta selain Kepulauan Seribu pada pagi hari cuacanya diprediksi berawan

Penumpang Kapal Perintis Naik 36 Persen
Indonesia
Penumpang Kapal Perintis Naik 36 Persen

Pelni mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Menpora Ajak Pelajar Jaga Persatuan dan Kesatuan
Indonesia
Menpora Ajak Pelajar Jaga Persatuan dan Kesatuan

"Yang paling penting adalah kalangan pelajar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Para pelajar harus meneladani pendiri bangsa sejak 1928 sampai sekarang," kata dia.

Pemkab Bogor Siapkan Lowongan 3.611 PPPK
Indonesia
Pemkab Bogor Siapkan Lowongan 3.611 PPPK

Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran senilai Rp365 miliar untuk membayar gaji PPPK dalam APBD Tahun Anggaran 2023.

Pimpinan DPD Usul Semua Mantan Presiden Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Pimpinan DPD Usul Semua Mantan Presiden Jadi Pahlawan Nasional

Mantan Presiden RI yang telah berpulang kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa disematkan gelar Pahlawan Nasional.