KPK Lantik 18 Pegawai Lulus Diklat Bela Negara Jadi ASN KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi akan melantik 18 pegawai menjadi Aparat Sipil Negara ASN), Rabu (15/9). Pegawai yang dilantik ini telah dinyatakan lulus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara pada 22 Juli -20 Agustus 2021

"Pelantikan akan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Baca Juga:

Pegawai KPK Gagal TWK Ditawari Bekerja di BUMN, Novel Baswedan: Penghinaan

Ali menjelaskan, para pegawai ini sebelumnya telah mengikuti diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan di Universitas Pertahanan (Unhan). Mereka telah mendapatkan materi diklat meliputi studi dasar, inti, dan pendukung.

"Studi dasar mencakup wawasan kebangsaan (4 Konsensus Dasar Negara), Sishankamrata, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta pencegahan dan penanggulangan terorisme/radikalisme dan konflik sosial," ujarnya.

Studi inti yaitu mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan dasar bela negara. Sedangkan studi pendukung antara lain pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan, muatan lokal (KPK), serta bimbingan dan pengasuhan.

KPK
KPK. (Foto: Antara)

Pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

UU Nomor 19 Tahun 2019 Pasal 1 angka 6 menyebutkan bahwa Pegawai KPK adalah ASN sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan mengenai aparatur sipil negara.

"Pegawai yang dilantik hari ini akan segera bergabung dan memperkuat kinerja di unit kerja masing-masing," tutup Ali. (Pon)

Baca Juga:

KIP Gelar Sidang Perdana Sengketa Informasi Hasil TWK KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Kapal Pengayom IV Tenggelam, 2 Orang Meninggal
Indonesia
Kapal Pengayom IV Tenggelam, 2 Orang Meninggal

Dua korban meninggal dunia terdiri atas Wahyu yang merupakan petugas lapas dan Kardim selaku sopir truk. Seluruh korban telah dievakuasi menuju RSUD Cilacap.

DKI Keluar dari Zona Merah, Ketua DPRD: Jangan Kasih Kendor Disiplin Prokes
Indonesia
DKI Keluar dari Zona Merah, Ketua DPRD: Jangan Kasih Kendor Disiplin Prokes

Tolong jangan ragu untuk tegur dan ingatkan warga yang tidak menerapkan prokes

Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia

Kecepatan downdraft dari awan Cb tersebut cukup signifikan

Update COVID-19 Kamis (26/11): Pasien Positif Bertambah 4.917 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (26/11): Pasien Positif Bertambah 4.917 Kasus

Jumlah ini merupakan hasil penelusuran melalui pemeriksaan sebanyak 51.471 spesimen

Prajurit TNI Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Setelah Salat Subuh
Indonesia
Prajurit TNI Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Setelah Salat Subuh

Aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali terjadi pada Jumat (22/1), menewaskan dua prajurit TNI.

Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Awasi Pasar Rakyat
Indonesia
Kapolri Instruksikan Anak Buahnya Awasi Pasar Rakyat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membentuk posko PPKM di pasar-pasar rakyat. Hal itu bertujuan guna memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa
Indonesia
Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa

MPR berharap pemerintah memperluas cakupan program beasiswa untuk tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer
Indonesia
Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer

Gunung Merapi meluncurkan empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 3.000 meter (3 km) ke arah barat daya.

Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Didakwa Rugikan Negara USD 1,99 Juta
Indonesia
Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Didakwa Rugikan Negara USD 1,99 Juta

RJ Lino didakwa melakukan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011.

Praktisi Jelaskan Landasan Hukum Polri dalam Perkara Penembakan Pengawal Rizieq
Indonesia
Praktisi Jelaskan Landasan Hukum Polri dalam Perkara Penembakan Pengawal Rizieq

FPI seakan akan memiliki dan berada pada dunia lain atau dunianya sendiri dengan hukumnya sendiri