KPK Kulik Pengakuan James Riady di Suap Meikarta, Artinya? CEO Lippo Group James Riady memenuhi panggilan penyidik KPK, Selasa (30/10) MP/Ponco Sulaksono

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami fakta persidangan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta terkait pertemuan CEO Lippo Group James Riady dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK terus menelusuri keterlibatan pihak lain termasuk pertemuan James Riady dengan Neneng yang diduga mengatur perizinan proyek milik Lippo Group itu.

"Sidang Meikarta ada beberapa fakta-fakta yang muncul di sana tentu nanti akan kami pelajari lebih lanjut, termasuk terkait dengan poin yang disampaikan hari ini tentang pertemuan dengan James Riady," kata Febri, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

neneng
Tesangka Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi nonaktif (MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Febri, penyidik sudah mengonfirmasi kepada James Riady soal pertemuannya dengan Neneng saat pemeriksaan di KPK. Dimana, James sendiri mengakui adanya pertemuan dengan Neneng sebelum proyek Meikarta berjalan.

"Pertama apakah benar pertemuan itu terjadi dan yang kedua sejauh mana pertemuan itu ada atau tidak ada membahas terkait dengan perizinan Meikarta, itu yang kami dalami beberapa waktu yang lalu," jelas Febri.

Sebelumnya, saksi Acep Abdi Eka Pradana yang merupakan mantan ajudan Neneng mengatakan, James Riady pernah mengunjungi kediaman Neneng. Sementara, James Riady sendiri telah mengakui soal pertemuannya dengan Neneng.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

meikarta
Pembangunan kawasan Meikarta. (meikarta.com)

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

KPK telah menetapkan 9 tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR). (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH