KPK Korek Dua Saksi Kasus Suap Proyek SPAM Kementerian PUPR Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek keterangan dari dua saksi kasus suap proyek terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018 yang menjerat anggota BPK RI.

Dua saksi tersebut, sebagaimana dilansir Antara, yakni Staf Keuangan PT Minarta Dutahutama Christin Natalia Zai alias Christin dan Karnowi dari unsur swasta.

"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka LJP (Leonardo Jusminarta/Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (20/11)

Baca Juga

Dua Lokasi Digeledah KPK untuk Penyidikan Kasus Proyek SPAM

Pada kasus ini, KPK telah menetapkan Leonardo bersama Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil (RIZ) sebagai tersangka pada 25 September 2019.

Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa pada Oktober 2016, BPK RI melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas BPK RI tertanggal 21 Oktober 2016. Surat ditandatangani oleh tersangka Rizal dalam kapasitas sebagai Anggota IV BPK RI saat itu.

Logo KPK. Foto: ANTARA

Surat tugas adalah untuk melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan infrastruktur air minum dan sanitasi air limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan Instansi Terkait Tahun 2014, 2015, dan 2016 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Jambi.

Awalnya, diduga temuan dari pemeriksaan tersebut adalah sebesar Rp18 miliar, namun kemudian berubah menjadi sekitar Rp4,2 miliar.

Baca Juga

Jaksa KPK Eksekusi Empat Terpidana Proyek SPAM Kementerian PUPR

Sebelumnya, Direktur SPAM mendapatkan pesan adanya permintaan uang terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI tersebut, yaitu sebesar Rp2,3 miliar.

Tersangka Rizal diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya, kemudian menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Direktur SPAM. Selanjutnya perwakilan Rizal datang ke Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan/kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM.

Proyek yang diminati adalah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Kemudian proyek SPAM JDU Hongaria tersebut dikerjakan oleh PT Minarta Dutahutama. Dalam perusahaan ini, tersangka Leonardo berposisi sebagai Komisaris Utama. Sebelumnya, sekitar tahun 2015/2016 tersangka Leonardo diperkenalkan kepada Rizal di Bali oleh seorang perantara.

Leonardo memperkenalkan diri sebagai kontraktor proyek di Kementerian PUPR. Melalui seorang perantara, Leonardo menyampaikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura untuk Rizal melalui pihak lain.

Baca Juga

KPK Umumkan Tersangka Baru Kasus Suap Proyek SPAM di Kementerian PUPR Sore Ini

Uang tersebut pada akhirnya diserahkan pada Rizal melalui salah satu pihak keluarga, yaitu sejumlah 100 ribu dolar Singapura dengan pecahan 1.000 dolar Singapura atau 100 lembar di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satpol PP Razia Pelajar Keluyuran saat KLB Virus Corona
Indonesia
Satpol PP Razia Pelajar Keluyuran saat KLB Virus Corona

Siswa tersebut diberikan pembinaam dan dikembalikan keorang tua untuk dilakukan pengawasan.

 PWI: Banyak Media Abai Kode Etik Jurnalistik Dalam Pemberitaan Terkait Corona
Indonesia
PWI: Banyak Media Abai Kode Etik Jurnalistik Dalam Pemberitaan Terkait Corona

“Silakan wartawan atau media menyampaikan fakta-fakta yang telah terkonfirmasi. Tetapi, jangan lupa juga harus menghormati hak-hak pribadi korban,” tambah Atal.

Pemerintah Buka Wacana Terapkan Sertifikat Bebas Corona
Indonesia
Pemerintah Buka Wacana Terapkan Sertifikat Bebas Corona

Pemerintah telah menyiagakan 135 rumah sakit

Wagub DKI Ariza Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Stafnya
Indonesia
Wagub DKI Ariza Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Stafnya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terpapar virus COVID-19.

Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK
Indonesia
Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK

"Perjuangan belum selesai. Bagi saya, langkah hukum di MK tidak sekedar menang atau kalah dalam pemilihan kepala daerah," ujar Machfud Arifin

 Calon Kepala Daerah Minta Rekomendasi DPP PDIP Lewat Pintu Belakang, FX Rudy: Aku Iki Ora Tau
Indonesia
Calon Kepala Daerah Minta Rekomendasi DPP PDIP Lewat Pintu Belakang, FX Rudy: Aku Iki Ora Tau

"Aku iki ora tahu lewat pintu mburi kok (saya ini tidak pernah lewat pintu belakang). Lewat pintu depan terus ke tempat ibu (Megawati) mengetuk pintu depan," kata Rudy.

Bawaslu Sebut Tren Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Meningkat
Indonesia
Bawaslu Sebut Tren Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Meningkat

237 pelanggaran prokes terjadi pada sepuluh hari pertama pelaksanaan kampanye Pilkada 2020

Bantah Ada 'Tarik Tambang' dengan Tri Rismaharini, Hasto PDIP: Semua Taat Keputusan Megawati
Indonesia
Bantah Ada 'Tarik Tambang' dengan Tri Rismaharini, Hasto PDIP: Semua Taat Keputusan Megawati

Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan

Pemprov DKI: 110.090 Jalani Rapid Test, 4.153 Warga Reaktif Corona
Indonesia
Pemprov DKI: 110.090 Jalani Rapid Test, 4.153 Warga Reaktif Corona

Persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

 Eks Bos Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Bos Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara

Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Emirsyah disebut melakukan pencucian uang melalui tujuh cara. Mulai dari mentransfer uang hingga membayar hutang kredit.