KPK Konfirmasi 2 Saksi yang Bertemu dengan Nurhadi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

Merahputih.com - KPK mengonfirmasi dua saksi perihal pertemuan mereka dengan tersangka bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD).

Penyidik KPK, Rabu (20/5) memeriksa dua karyawan swasta masing-masing Soepriyo Waskito Adi dan David Muljono sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi dalam penyidikan kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016. Pemeriksaan dilakukan di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.

"Untuk kedua saksi tersebut, penyidik KPK mengonfirmasi pertemuan dan komunikasi yang pernah dilakukan dengan tersangka NHD," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5).

Baca Juga:

KPK Sudah Petakan Titik Rawan Korupsi, Masih Nekat Mau Tilep Dana COVID-19?

Selain itu, penyidik KPK juga mengonfirmasi keterangan para saksi tersebut mengenai kepemilikan aset-aset tersangka Nurhadi.

KPK telah menetapkan Nurhadi bersama Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka pada 16 Desember 2019.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Penerimaan tersebut terkait pertama, perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Pada awal 2015, tersangka Rezky menerima 9 lembar cek atas nama PT MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Kasasi No: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero) dan dalam proses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN oleh PN Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan 8 lembar cek dari PT MIT dan 3 lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp14 miliar.

Namun, kemudian PT MIT kalah dan karena pengurusan perkara tersebut gagal maka tersangka Hiendra meminta kembali 9 lembar cek yang pernah diberikan tersebut.

Perkara kedua adalah pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT.

Pada 2015 Hiendra digugat atas kepemilikan saham PT MIT. Perkara perdata ini dimenangkan oleh Hiendra mulai dari tingkat pertama dan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Januari 2016.

Pada periode Juli 2015-Januari 2016 atau ketika perkara gugatan perdata antara Hiendra dan Azhar Umar sedang disidangkan di PN Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, diduga terdapat pemberian uang dari tersangka Hiendra kepada Nurhadi melalui tersangka Rezky sejumlah total Rp33,1 miliar.

Transaksi tersebut dilakukan dalam 45 kali transaksi. Pemecahan transaksi tersebut diduga sengaja dilakukan agar tidak mencurigakan karena nilai transaksi yang begitu besar. Beberapa kali transaksi juga dilakukan melalui rekening staf Rezky.

Baca Juga:

KPK Lakukan Koordinasi Cegah Korupsi Bansos COVID-19

Tujuan pemberian tersebut adalah untuk memenangkan Hiendra dalam perkara perdata terkait kepemilikan saham PT MIT. Sedangkan perkara ketiga adalah penerimaan gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan.

Tersangka Nurhadi melalui Rezky dalam rentang Oktober 2014-Agustus 2016 juga diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Penerimaan-penerimaan tersebut, sebagaimana tidak pernah dilaporkan oleh Nurhadi kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan gratifikasi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat

“Dengan begini, masyarakat bisa kembali duduk tenang, untuk membetulkan dan melihat substansinya dengan baik,” ujar Yasonna Laoly

Eks Pimpinan KPK Apresiasi Novel Baswedan Pimpin Penangkapan Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Apresiasi Novel Baswedan Pimpin Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

Menurut BW, KPK memerlukan orang-orang berintegritas seperti Novel Baswedan.

Rizieq Shihab: Santai Saja
Indonesia
Rizieq Shihab: Santai Saja

Rizieq Shihab dipindahkan ke Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Polri dari Rutan Polda Metro Jaya

Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada
Indonesia
Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan saat pendaftaran peserta.

UMKM Bangkit, Ekonomi Pulih
Indonesia
UMKM Bangkit, Ekonomi Pulih

Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia.

Kapolri Ditagih Janjinya Soal Dugaan Investasi Bodong
Indonesia
Kapolri Ditagih Janjinya Soal Dugaan Investasi Bodong

Bareskrim sendiri sudah menetapkan tersangka dalam perkara dugaan investasi bodong KSP Indosurya

8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak
Indonesia
8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak

sebanyak 8.237 surat suara dinyatakan rusak tidak layak pakai.

Ciptakan Kerugian, Garuda Balikin Pesawat Bombardier
Indonesia
Ciptakan Kerugian, Garuda Balikin Pesawat Bombardier

Pemutusan juga terkait penyelidikan Serious Fraud Office Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011.

Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan
Indonesia
Libur dan Cuti Bersama, Disdukcapil Surabaya Tetap Buka Layanan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya masih membuka layanan seperti hari biasa.

Berikut Perkembangan Terkini Kasus COVID-19 di Tiongkok
Dunia
Berikut Perkembangan Terkini Kasus COVID-19 di Tiongkok

Sebanyak 17 kasus baru virus corona kembali muncul di China pada Minggu, naik dari 9 kasus yang dilaporkan kemarin.