KPK Klaim Deteksi Keberadaan Harun Masiku Gedung KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum juga berhasil menangkap caleg PDIP, Harun Masiku. Meski dibantu aparat kepolisian perburuan buronan kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu tak juga membuahkan hasil.

KPK mengklaim sudah mendeteksi keberadaan Harun Masiku yang buron sejak 40 hari yang lalu. Saat ini, tim lembaga antirasuah sedang menelusuri hal tersebut.

"Ada titik-titik yang perlu kami datangi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2).

Baca Juga:

Ini Perkembangan Pencarian Harun Masiku oleh Polri

Namun, Ali enggan mengungkap daerah atau titik yang terdeteksi sebagai lokasi persembunyian Harun. Menurut Ali, hal tersebut merupakan bagian dari strategi penyidik yang tidak dapat disampaikan.

Dia hanya memastikan tim KPK yang dibantu aparat Kepolisian berupaya memburu dan menangkap Harun agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya menyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Sekarang teman-teman sedang berusaha mencari sampai hari ini. Saya yakin dan KPK berkomitmen menemukan tersangka karena itu kami berkepentingan menyelesaikan berkas perkara agar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,"ujarnya.

Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist
Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist

"Pun kalau tidak ditemukan, itu akan jadi tanggung jawab karena untuk menyelesaikan berkas perkara dan disidangkan, ya harus ditemukan," kata Ali menambahkan.

Masih buronnya eks politikus partai banteng itu menjadi pertanyaan banyak pihak. Hal ini mengingat KPK memiliki peralatan dan sumber daya yang mumpuni untuk membekuk seorang tersangka korupsi.

Baca Juga:

Ferdinand Demokrat: Harun Masiku, Apa Kamu Enggak Kangen dengan Hasto?

Ali mengklaim berbagai upaya telah dilakukan oleh KPK untuk membekuk Harun. Namun, Ali mengakui, hingga kini, KPK menduga Harun tidak menggunakan teknologi untuk memungkinkan kebebasannya terdeteksi KPK dan kepolisian.

"Jika seseorang menggunakan handphone itu sangat mudah sekali atau menggunakan media sosial aktif mudah sekali. Faktanya kan tidak seperti itu jadi yang kemudian ini, kami akan terus berusaha, berkomitmen untuk mencari DPO ini," pungkasnya. (Pon)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH