KPK Kembali Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun KPK menahan mantan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Perubahan 2014 dan RAPBD 2015. (Foto: MP/Humas KPK)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Perubahan 2014 dan RAPBD 2015.

"Untuk kebutuhan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/3).

Annas Maamun bakal ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak 30 Maret 2022 hingga 18 April 2022. Di bakal mendekam di Rutan KPK pada Kavling C1.

Baca Juga:

Eks Gubernur Riau Annas Maamun Hirup Udara Bebas

"Upaya paksa penahanan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 30 Maret 2022 sampai dengan 18 April 2022 di Rutan KPK pada pada Kavling C1," ujar Karyoto.

Diketahui, Annas telah ditetapkan sebagai tersangka pada 2015 lalu. Dalam proses penyidikan perkara ini, tim penyidik telah memeriksa sebanyak 78 saksi dan menyita uang sekitar Rp 200 juta.

Dalam perkara ini, Annas Maamun selaku Gubernur Riau periode 2014-,2019 mengirimkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2015 kepada Ketua DPRD Provinsi yang saat itu dijabat oleh Johar Firdaus.

Dalam usulan yang diajukan tersebut, ada beberapa item terkait alokasi anggaran yang diubah, di antaranya mengenai pergeseran anggaran perubahan untuk pembangunan rumah layak huni yang awalnya menjadi proyek di Dinas Pekerjaan Umum diubah menjadi proyek yang dikerjakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD).

Baca Juga:

KPK Jemput Paksa Eks Gubernur Riau Annas Maamun

Karena usulan anggaran ini tidak ditemukan kesepakatan dengan pihak DPRD, sehingga Annas diduga menawarkan sejumlah uang dan adanya fasilitas lain berupa pinjaman kendaraan dinas bagi seluruh anggota DPRD Provinsi Riau periode 2009-2014 agar usulannya tersebut dapat disetujui.

Atas tawaran dimaksud, Johar Firdaus bersama seluruh anggota DPRD Provinsi Riau kemudian menyetujui usulan Annas Maamun. Selanjutnya atas persetujuan dari Johar Firdaus mewakili anggota DPRD, sekitar September 2014 diduga Annas merealisasikan janjinya dengan memberikan sejumlah uang melalui beberapa perwakilan anggota DPRD dengan jumlah sekitar Rp 900 juta.

Diketahui, Annas Maamun bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, pada 21 Septermber 2020 atas perkara suap alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Annas Maamun menjalani hukuman tujuh penjara dikurangi setahun karena mendapat grasi dari Presiden Joko Jokowi. (Pon)

Baca Juga:

Jokowi Berikan Grasi ke Annas Maamun, PKS: Mengapa Ba'asyir Tidak!

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Politikus PKS Sarankan Pembelian Minyak Goreng Curah Cukup Pakai KTP
Indonesia
Politikus PKS Sarankan Pembelian Minyak Goreng Curah Cukup Pakai KTP

"Masyarakat kelompok sasaran,cukup menunjukkan KTP atau nomor induk kependudukan (NIK) saja," kata Amin kepada wartawan, Selasa (28/6).

Presiden Jokowi Bakal Buka Pertemuan Parlemen Dunia di Bali
Indonesia
Presiden Jokowi Bakal Buka Pertemuan Parlemen Dunia di Bali

IPU merupakan kerja sama antarparlemen lintas negara yang menjadi forum demokrasi terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemred Bisnis Indonesia Sesalkan Wartawannya Dibegal, Minta Polisi Usut Tuntas
Indonesia
Pemred Bisnis Indonesia Sesalkan Wartawannya Dibegal, Minta Polisi Usut Tuntas

Dia berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku kejahatan tersebut sehingga tidak terjadi korban selanjutnya.

Jokowi Berangkat ke Ukraina dari Polandia Pakai Kereta Api
Dunia
Jokowi Berangkat ke Ukraina dari Polandia Pakai Kereta Api

Pengaturan agenda kunjungan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi beserta rombongan terbatas ke Ukraina sudah dipersiapkan sangat matang.

Megawati Instruksikan Baguna Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru
Indonesia
Megawati Instruksikan Baguna Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Megawati berpesan agar segera disiapkan dan dimobilisasi Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Jawa Timur dan agar secara khusus memberi bantuan keperluan untuk ibu dan anak, serta makanan untuk balita.

Polisi Ungkap Penyebab Tambang Batubara di Sawahlunto Meledak
Indonesia
Polisi Ungkap Penyebab Tambang Batubara di Sawahlunto Meledak

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono mengungkapkan dugaan penyebab ledakan di lubang tambang SD C2 (Lori 2) milik PT Nusa Alam Lestari karena gas metana.

Juni Ini Pelat Nomor Kendaraan Warna Dasar Putih Bakal Diterapkan
Indonesia
Juni Ini Pelat Nomor Kendaraan Warna Dasar Putih Bakal Diterapkan

Saat ini material TNKB pelat putih sudah selesai proses produksi. Material tersebut segera didistribusikan ke polda-polda awal bulan ini.

Nama Luhut hingga Jokowi Diseret dalam Isu Penundaan Pemilu, Istana Buka Suara
Indonesia
Nama Luhut hingga Jokowi Diseret dalam Isu Penundaan Pemilu, Istana Buka Suara

Istana mengimbau publik tidak menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi dan pejabat pemerintah dalam isu penundaan Pemilu Serentak 2024.

Mobil Tabrak Separator TransJakarta Hingga Terbakar, Pengemudi Tak Sempat Loloskan Diri
Indonesia
Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran
Indonesia
Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran

Pemerintah diminta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, dengan harga yang terjangkau, khususnya menjelang puasa dan lebaran 2022.