KPK Kembali Sita Kebun Sawit Milik Eks Sekretaris MA Nurhadi Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita lahan kebun sawit yang berada di Desa Padang Bulu Lama, Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut), dengan luas 33.000 M2 diduga milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, lahan kebun sawit tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA pada tahun 2011-2016. Untuk itu, KPK menyita lahan tersebut untuk kebutuhan penyidikan.

"Hari Rabu, 2 September 2020, penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan juga melakukan penyitaan aset yang diduga terkait dengan tersangka NHD berupa lahan kebun sawit dan dokumen pendukungnya yang terletak di Kabupaten Padang Lawas Sumut," kata Ali dalam keterangannya, Kamis (3/9).

Baca Juga:

KPK Sita Vila Hingga Mobil Mewah Bekas Sekretaris MA Nurhadi

Penyitaan dilakukan setelah tim penyidik KPK berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas, Kristanti Yuni Purnawanti sejak Selasa, 1 September 2020. Setelah melakukan koordinasi, KPK lalu melakukan penyitaan pada Rabu, 2 September 2020, dengan disaksikan oleh sejumlah perangkat.

"Penyitaan tersebut dengan disaksikan oleh perangkat desa dan pihak yang menguasai dan mengetahui terkait aset tersebut untuk memastikan legalitas dan lokasi atas kebun sawit dimaksud," ujarmya.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)

Selain lahan seluas 33.000 M2, penyidik KPK juga melakukan penyitaan terhadap uang tunai dari salah satu saksi sebesar Rp100 juta. Uang itu diduga hasil pengelolaan kebun sawit tersebut.

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan penyitaan lahan kebun sawit di kabupaten Padang Lawas dengan luas sekira 530,8 hektar. Lahan itu juga diduga berkaitan dengan kasus yang menyeret Nurhadi.

"KPK akan terus berupaya maksimal dalam penyidikan ini dengan terus mengejar aset-aset yang di duga hasil kejahatan dalam perkara dimaksud," pungkasnya.

Baca Juga:

ICW: Resistansi MA di Kasus Nurhadi Berpotensi Obstruction of Justice

Belakangan, KPK diketahui memang sedang menyelidiki dugaan aliran sejumlah uang yang diterima Nurhadi dalam mengurus perkara. Tak hanya itu KPK juga menduga Nurhadi mengalihkan hasil tindak pidana korupsinya ke sejumlah aset.

Diduga, lahan kebun sawit yang disita tersebut merupakan hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Nurhadi. Meskipun, saat ini KPK belum menjerat Nurhadi dengan pasal TPPU. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Sabtu (25/7): 97.286 Positif, 55.354 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (25/7): 97.286 Positif, 55.354 Sembuh

Sehingga, total kasus positif COVID-19 di Indonesia menembus angka 97.286.

Efek Rencana PSBB Anies, IHSG Anjlok Sampai BEI Bekukan Perdagangan Saham
Indonesia
Efek Rencana PSBB Anies, IHSG Anjlok Sampai BEI Bekukan Perdagangan Saham

Pembekuan perdagangan saham sudah dicabut kembali pukul 11.06 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Cegah Penularan Corona, Polda Gandeng Bank DKI Luncurkan Bayar Pajak Online
Indonesia
Cegah Penularan Corona, Polda Gandeng Bank DKI Luncurkan Bayar Pajak Online

Mewabahnya virus corona mengubah aspek kehidupan masyarakat.

10,8 Juta Nomor Rekening Sudah Divalidasi Subsidi Upah Rp600 Ribu
Indonesia
10,8 Juta Nomor Rekening Sudah Divalidasi Subsidi Upah Rp600 Ribu

Gelombang berikutnya untuk transfer dana BSU akan segera dilakukan secara bertahap hingga seluruh pekerja yang rekeningnya telah tervalidasi bisa menerima haknya.

Aksi Koboi Jalanan di Serpong, Pelaku Todongkan Pistol ke Warga
Indonesia
Aksi Koboi Jalanan di Serpong, Pelaku Todongkan Pistol ke Warga

"Bukan perampokan. Masih kita dalami," kata Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharam Wibisono Adipradono

Update COVID-19 Senin (24/8): 155.412 Positif, DKI Sumbang 633 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Senin (24/8): 155.412 Positif, DKI Sumbang 633 Kasus

1.877 kasus baru COVID-19 ini diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 19.395 spesimen

TNI Waspadai Orang yang Mengaku Jadi Korban Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
TNI Waspadai Orang yang Mengaku Jadi Korban Penyerangan Polsek Ciracas

Dudung tak menutup kemungkinan adanya korban lain yang meninggalkan lokasi kejadian

Kwarnas Pramuka Sesalkan Insiden Tewasnya Sejumlah Pelajar saat Susur Sungai
Indonesia
Kwarnas Pramuka Sesalkan Insiden Tewasnya Sejumlah Pelajar saat Susur Sungai

Kwarnas mengimbau seluruh pihak yamg bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pramuka untuk menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijak dalam membuat program.

2 Kecamatan di Bogor Ini Masih Steril dari COVID-19
Indonesia
2 Kecamatan di Bogor Ini Masih Steril dari COVID-19

Hingga Senin (20/4) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 58 pasien

Ini Ancaman bagi Petahana Salah Gunakan Kekuasaan di Masa Pandemi
Indonesia
Ini Ancaman bagi Petahana Salah Gunakan Kekuasaan di Masa Pandemi

Sanksi pembatalan pencalonan menanti para kepala daerah yang akan maju kembali dalam Pilkada Serentak 2020.