KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Bekas Mensos Juliari Batubara Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Tak hanya Juliari, KPK juga memperpanjang masa penahanan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Adi Wahyono yang ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat atas kasus yang sama.

Baca Juga

Eks Mensos Juliari Geram saat Ditanya Dugaan Keterlibatan Legislator PDIP Ihsan Yunus

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, masa penahanan Juliari dan bekas anak buahnya itu diperpanjang selama 30 hari ke depan. Keduanya bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 5 Maret 2021 mendatang.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan Rutan selama 30 hari berdasarkan penetapan ketua PN Jakarta Pusat dimulai tanggal 03 Februari 2021 sampai dengan 5 Maret 2021 untuk dua tersangka perkara dugaan suap dalam pengadaan bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020," kata Ali dalam keterangannya, Rabu (3/2).

Perpanjangan masa penahanan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih memerlukan waktu merampungkan penyidikan kedua tersangka.

Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

KPK terus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan suap bansos ini. Dari pengembangan tersebut, tak tertutup kemungkinan KPK bakal menjerat pihak lain yang terlibat atau membuka penyelidikan baru dengan penerapan pasal selain suap.

Salah satu pihak yang sedang didalami tim penyidik, yakni mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP Ihsan Yunus. Tim penyidik telah memeriksa adik Ihsan bernama Rakyan Ikram yang diduga turut menggarap proyek bansos.

Tak hanya itu, tim penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen penting saat menggeledah rumah orangtua Ihsan di kawasan Jakarta Timur. Bahkan, nama Ihsan mencuat dalam proses reka ulang atau rekonstruksi kasus ini pada Senin (1/2) kemarin.

Dalam adegan keenam reka ulang itu terungkap, Harry Sidabuke yang menjadi tersangka pemberi suap kasus ini, memberikan uang tunai sebesar Rp 1,5 miliar dan dua unit sepeda merk Brompton kepada Ihsan melalui operatornya Agustri Yogasmara atau Yogas.

Usai diperiksa penyidik pada hari ini, Juliari memilih bungkam saat ditanya mengenai kaitan Ihsan dengan kasus suap yang menjeratnya. Juliari yang nampak geram bergegas masuk ke mobil tahanan dan meminta petugas menutup pintu mobil.

"Pak tutup pak," kata Juliari. (Pon)

Baca Juga

Dua Penyuap Bekas Mensos Juliari Segera Duduk di Kursi Pesakitan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Besok Buruh Siap Mogok Kerja
Indonesia
Besok Buruh Siap Mogok Kerja

Keterbatasan informasi publik atas agenda pembahasan ini tercermin dalam ketiba-tibaan dilangsungkannya Sidang Pengambilan Keputusan Tingkat 1

Anak Buah Anies: Vaksin AstraZeneca Diprioritaskan bagi Warga Pemukiman Kumuh
Indonesia
Anak Buah Anies: Vaksin AstraZeneca Diprioritaskan bagi Warga Pemukiman Kumuh

Vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca sudah digunakan Pemerintah Provinsi DKI untuk warga ibu kota dalam memerangi virus corona.

Satu Pekan, Jasa Marga Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalin di Tol Jagorawi
Indonesia
Satu Pekan, Jasa Marga Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalin di Tol Jagorawi

Pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat memperbaiki aliran lalu lintas, meningkatkan waktu tempuh perjalanan.

Gerakan 2 Hari di Rumah, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Berbelanja Berlebihan
Indonesia
Gerakan 2 Hari di Rumah, Polda Jateng Imbau Masyarakat Tidak Berbelanja Berlebihan

"Kami dukung penuh gerakan dua hari di rumah pada akhir pekan ini yang dicanangkan Gubernur (Ganjar)," ujar Luthfi, Jumat (5/2).

KPK: Vonis Wahyu Setiawan Bukan Akhir Kasus Suap PAW Caleg PDIP
Indonesia
KPK: Vonis Wahyu Setiawan Bukan Akhir Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Wahyu bersama orang kepercayaannya yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dinyatakan telah menerima suap

Sisa Material Abu Vulkanis Menyelimuti Boyolali, Warga Kesulitan Cari Pakan Ternak
Indonesia
Sisa Material Abu Vulkanis Menyelimuti Boyolali, Warga Kesulitan Cari Pakan Ternak

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah warga di lereng Gunung Merapi kesulitan mencari rumput untuk pakan hewan ternak karena rumput terkena abu vulkanik.

Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI
Indonesia
Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

Penyidik Bareskrim Polri akan menggelar gelar perkara kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang dilakukan oknum polisi terhadap Laskar FPI.

NasDem Minta Jokowi Turun Tangan Atasi Kisruh Vaksin Nusantara dengan BPOM
Indonesia
NasDem Minta Jokowi Turun Tangan Atasi Kisruh Vaksin Nusantara dengan BPOM

"Saya kira Presiden dapat memanggil pihak-pihak yang berpolemik untuk segera menghentikan polemik ini dan mendudukkan perkara ini secara jelas, terang dan transparan. Berbagai spekulasi yang muncul di publik juga agar segera berhenti," tegas Okky.

Kosan sampai Hotel Bintang Satu Jadi Tempat Pengungsi Banjir Jakarta
Indonesia
Kosan sampai Hotel Bintang Satu Jadi Tempat Pengungsi Banjir Jakarta

Per 8 November 2020, untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,6%,

Mabes Polri Ungkap Eksekutor Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Anak
Indonesia
Mabes Polri Ungkap Eksekutor Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Ia menyampaikan pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait penggunaan aturan kebiri kimia terhadap pelaku kekerasan seksual di bawah umur.